Artikel Diving, Artikel umum

SKKNI Kepemanduan Wisata Selam 2017

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia telah mengeluarkan Ketetapan Menteri No. 36 Tahun 2017 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Hiburan dan Rekreasi Golongan Pokok Kegiatan Rekreasi Lainnya Bidang Kepemanduan Wisata Selam.

Download di sini 04 SKKNI Selam 2017

Artikel Diving

Pengertian dan Penggunaan SKKNI Kepemanduan Wisata Selam 2017

Dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kepemanduan Wisata Selam (review ), yang dimaksud dengan:

  1. Kompetensi adalah suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, sehingga dapat dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa yang ditetapkan.
  2. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencangkup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
  3. Wisata selam adalah aktifitas wisata di perairan untuk mengamati keindahan bawah air dengan menggunakan peralatan selam atau peralatan pendukung lainnya.
  4. Usaha wisata selam adalah usaha penyediaan berbagai sarana untuk melakukan penyelaman di bawah dan atau di permukaan air dengan menggunakan peralatan selam atau peralatan pendukung lainnya, termasuk penyediaan jasa pemanduan dan perlengkapan keselamatan untuk tujuan rekreasi.
  5. Wisatawan selam adalah individu yang sudah memiliki sertifikat selam (sesuai dengan standar ISO, EN, WRSTC) yang diakui dan log book sesuai kualifikasi dan aktivitas penyelaman dengan batasan penyelaman rekreasi. Wisatawan selam teknikal rekreasi disyaratkan telah memiliki tambahan sertifikasi kekhususan disamping sertifikat selam rekreasi.
  6. Pemandu wisata selam adalah individu yang minimum sudah memiliki sertifikasi penyelam penolong (rescue diver) sesuai dengan standar ISO (International Organization for Standardization), EN (Europan Standard), WRSTC (World Recreational Scuba Training Council ) serta sertifikat kompetensi selaku pemandu wisata selam, yang bertugas sebagai pemandu penyelaman kepada wisatawan selam.
  7. Asesor pemandu wisata selam adalah instruktur selam yang bertugas sebagai asesor kepada pemandu wisata selam dan minimum memiliki sertifikasi Master SCUBA Diver Trainer atau setara yang masih berlaku dan diakui oleh standar berdasarkan ISO, WRSTC, dan EN.

 

Penggunaan SKKNI
Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga/institusi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan masing-masing:

  1. Untuk institusi pendidikan dan pelatihan
    a. Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum.
    b. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian, dan sertifikasi.
  2. Untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja
    a. Membantu dalam rekrutmen.
    b. Membantu penilaian unjuk kerja.
    c. Membantu dalam menyusun uraian jabatan.
    d. Membantu dalam mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha/industri.
  3. Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi
    a. Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan levelnya.
    b. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi.

 

Sumber :

Lampiran Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 36 Tahun 2017 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Hiburan dan Rekreasi Golongan Pokok Kegiatan Rekreasi Lainnya Bidang Kepemanduan Wisata Selam

Artikel Diving

Latar Belakang terbitnya SKKNI Kepemanduan Wisata Selam 2017

Sebagai negara yang memiliki lebih dari 700 titik lokasi penyelaman yang sudah terdata dan masuk kategori selam kelas dunia, Indonesia tertinggal dalam pengembangan kegiatan SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) diving. Banyak pengusaha yang tidak melihat SCUBA diving sebagai salah satu peluang usaha yang layak untuk dikembangkan. Akibatnya pelaku industri setempat tertinggal dalam hal pengembangan wisata selam. Kurangnya penggunaan tenaga kerja lokal juga menjadi salah satu masalah pengembangan potensi daerah. Sebenarnya di Indonesia, tenaga lokal dalam kegiatan pemandu wisata selam banyak tersedia, namun kurang mendapatkan kesempatan melalui pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga lokal untuk dapat bersaing, salah satunya dengan adanya penulisan standar kerja ini.

Mulai tahun 1960an, di Amerika mulai dikembangkan sistim pelatihan selam. Ternyata hal ini merupakan awal dari tumbuhnya industri selam, dimana dalam perkembangannya para pelaku mulai menyadari bahwa sistim pelatihan dan sertifikasi tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak.

Berkaitan dengan uraian diatas maka terdapat kecenderungan kebutuhan tuntutan kualifikasi minimal Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang penyelaman. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, dipandang perlu pembinaan SDM di bidang penyelaman agar dapat bersaing dengan negara- negara lain. Terpenuhinya pembinaan ini dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan wisata selam.

Untuk meningkatkan profesionalisme SDM khususnya tenaga kerja di bidang penyelaman, sangat perlu ditetapkan standar yang merupakan pernyataan keterampilan, pengetahuan dan sikap yang diterapkan dalam rangka pemenuhan persyaratan standar industri.

Untuk memberi gambaran dan pedoman yang jelas dan sistematis tentang persyaratan minimal tenaga kerja di bidang pemandu selam perlu disusun standar kompetensi kerja nasional bidang pemandu selam. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), disusun untuk menyediakan sebuah pedoman yang baku dan dapat diaplikasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan industri sebagai pengguna.
 

Sumber : Lampiran Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 36 Tahun 2017 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Hiburan dan Rekreasi Golongan Pokok Kegiatan Rekreasi Lainnya Bidang Kepemanduan Wisata Selam