Oleh: imasuw | 04/04/2014

Panduan bagi Pari Manta dan Hiu Paus

Pemerintah Indonesia memberlakukan perlindungan penuh bagi ikan pari manta dan hiu paus di seluruh perairan. Namun, masih terbuka peluang bagi sumber peningkatan ekonomi masyarakat, di antaranya melalui atraksi wisata yang mengedepankan keselamatan manusia dan satwa.

”Kami sedang menyusun aturan main, bagaimana interaksi satwa liar lautan, seperti hiu paus ataupun manta dengan manusia,” kata Agus Dermawan, Direktur Konservasi Jenis Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sabtu (29/3/2014), di Jakarta.

Perlindungan ikan pari manta melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta. Ini didasarkan pada hasil CITES 2013 di Bangkok yang memasukkan dua jenis pari manta (Manta birostris dan M alfredi) dalam Apendiks II).

Sementara perlindungan ikan hiu paus melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 18/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus. Secara internasional, perlindungan hiu paus melalui CITES dalam Apendiks II, artinya penangkapan dan perdagangan fauna itu antarnegara dimungkinkan melalui kuota.

”Di Indonesia, pari manta dan hiu paus dilindungi penuh. Tak boleh ditangkap dan dimanfaatkan dagingnya,” ujar Agus.

Aturan main

Aturan main pemanfaatan ekowisata terbatas sedang disusun. Praktik wisata dinilai berisiko bagi pengunjung dan fauna, seperti di Teluk Cenderawasih. Wisatawan yang melakukan snorkeling atau SCUBA leluasa menyentuh tubuh hiu paus dengan panjang tubuh 7 meter dan berat hampir lima ton. Aktivitas itu berbahaya. Di Probolinggo, Jatim, pengunjung bisa menyentuh hiu paus di dermaga khusus.

Contoh lain, pemanfaatan berlebihan pemandangan ikan pari manta di Arborek, Raja Ampat. ”Pada saat bersamaan ada 10 kapal berlabuh dan 100 penyelam di laut. Itu membuat pari manta stres. Ada keluhan dari operator dan pengelola resor,” kata Agus.

Oleh karena itu, kata Agus, pihaknya menyusun aturan main interaksi dengan satwa ataupun jumlah kunjungan. Harapannya, ekowisata berprinsip ekonomi berkelanjutan tercapai.

Secara terpisah, Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih Ben Gurion Saroy juga mengkhawatirkan tingginya intensitas pertemuan hiu paus dan manusia. Bersama WWF Indonesia, mereka membuat pedoman wisatawan, di antaranya menjaga jarak perahu 20 meter dari hiu paus dan mengurangi kecepatan. Menyentuh tubuh hiu paus juga dilarang.

[KOMPAS]

Oleh: imasuw | 28/02/2014

Pameran Deep and Extreme Indonesia 2014

Pameran Deep and Extreme Indonesia 2014

Satu lagi sebuah acara yang menggabungkan hobby olah raga khususnya olah raga laut dengan dunia pariwisata akan kembali hadir pada bulan Maret mendatang, dan yang menjadi pokok bahasan kita kali ini adalah tentang sebuah acara yang bertajuk Pameran Deep and Extreme Indonesia 2014.

Pameran ini merupakan sebuah pameran yang betujuan untuk mempromosikan olah raga laut dengan rekreasi di tempat-tempat dengan pemandangan alam yang sangat eksotis dan menawarkan destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia, diantaranya Bali, Raja Ampat, Wakatobi,  Bunaken, Flores, Pulau Derawan, Anabas di Kepulauan Riau, Taman Nasional Bromo, Danau Kelimitu, dan Lainnya

Pameran ini akan menawarkan penyelaman yang menakjubkan di sekitar nusantara dan pengalaman yang luar biasa yang akan tersedia bagi individu atau kelompok, serta pembeli untuk membahas perjanjian dari sekator swasta. Kombinasi ini yang akan menjadi penampilan yang baik di sektor indostri pariwisata, kelautan, dan ekowisata.

Selain pameran tentang banyak produk pariwisata yang sangat berkualitas, dalam pameran ini juga akan diadakan kegiatan lainnya, yaitu talkshow dan juga kompetisi yang juga akan berjalan dengan sangat menarik. Jadi jangan sampai kalian ketinggalan untuk hadir dalam acara yang sangat sayang uintuk kalian lewatkan begitu saja ini. Dan bagi kalian yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai acara Pameran Deep and Extreme Indonesia 2014 ini, kalian bisa menghubungi: – Telp. : 021 – 532 8878 | 5369 0165.

Pameran Deep and Extreme Indonesia 2014 ini akan diadakan pada 27-30 Maret 2014 di Jakarta International Expo Jakarta.

Kalender Tahun 2014Pada tahun 2013 lalu, pemerintah telah menetapkan libur nasional dan cuti bersama sepanjang 2014. Di 2014, ada satu libur nasional yang baru ditetapkan oleh pemerintah yakni Libur Hari Buruh. Bagi Anda yang bersiap-siap merencanakan agenda pada 2014 mendatang, perlu memperhatikan jadwal libur nasional yang telah ditetapkan tiga menteri di Jakarta pada Agustus 2013 lalu:

Berikut Daftar Tanggal Libur Nasional dan Cuti Bersama di 2014:

1 Januari   : Libur Tahun Baru 2014
14 Januari : Maulid Nabi Muhammad SAW
31 Januari : Tahun Baru Imlek 2565 Kongzili
31 Maret   : Nyepi Tahun Baru Saka 1936
18 April     : Wafatnya Isa Al Masih
1 Mei        : Peringatan Hari Buruh Internasional
15 Mei      : Hari Raya Waisak 2558
27 Me       : Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
29 Mei      : Kenaikan Isa Al Masih
28-29 Juli : Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah
30-31 Juli -1 Agustus : Cuti bersama Idul Fitri
17 Agustus : Hari Kemerdekaan RI
5 Oktober  : Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah
25 Oktober : Tahun Baru Islam 1436 Hijriah
25 Desember: Hari Raya Natal
26 Desember: Cuti bersama Natal.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 276 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: