Code of Conduct: Diving with Mola mola

Ikan Sunfish Raksasa Terdampar di Pantai Inggris

Oceanic Sunfish Terdampar

Seekor ikan raksasa ditemukan nelayan terdampar di Pantai Norfolk, Inggris.  Bangkai ikan ditemukan tewas pada Minggu (9/12/2012) lalu. Menurut Masyarakat Marine Life Studi Inggris, ikan sunfish ini dapat tumbuh sampai 1 ton.

Ikan jenis ini tidak dapat dengan mudah mentolerir suhu air di bawah 12 derajat celcius. Apalagi kondisi Laut Utara saat ini jauh lebih dingin karena musim dingin.

Ikan sunfish genus Mola Mola tumbuh subur di air tropis dan sub-tropis. Makanan utama ikan raksasa ini adalah ubur-ubur. Karena massa tubuhnya rendah, sunfish perlu makan banyak sehingga terlihat di perairan.

Mereka juga memangsa crustacea dan cumi-cumi. Namun, berdasarkan aturan Eropa, manusia dilarang makan ikan ini karena bagian tubuh mereka diduga mengandung racun.

Jim Ellis, ahli biologi ikan di Pusat Lingkungan Hidup, Perikanan dan Budidaya Science di Lowestoft mengatakan bahwa ikan ini kemungkinan terbawa uap Teluk dan ketika berada di Laut Utara menjadi terlalu dingin. “Ini adalah pengamatan yang menarik dan tidak biasa. Kami benar-benar tahu bahwa sunfish sangat langka karena tak banyak mencarinya,” kata Ellis. (ard/bbc)

Konservasi Perairan Nusa Penida

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhamad, di Dermaga Nusa Penida, Klungkung mengumumkan secara resmi kawasan perairan yang mengitari Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan menjadi kawasan perairan yang dilindungi pemerintah. Nama kawasan lindung ini Kawasan Konservasi Perairan disingkat KKP Nusa Penida. Deklarasi KKP Nusa Penida dilakukan bersama Menteri Fadel Muhamad, Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Bupati Klungkung I Wayan Candra, Minggu (21/11) kemarin.

Dalam kerangka KKP Nusa Penida juga disepakati menjadikan ikan mola-mola sebagai maskot KKP Nusa Penida. Selain itu, ditetapkan luas kawasan ini 20.057,2 hektar terdiri atas 1.419,05 hektar kawasan terumbu karang, areal padang lamun 108 hektar, hutan bakau 230,7 hektar dan areal budi daya rumput laut 308,3 hektar.

Beberapa alasan penting ditetapkan KKP menjadi kawasan lindung. Pertama, kawasan ini berada di sudut barat daya segi tiga karang dunia (coral triangle) dengan daya pikat luar biasa dan menjadi bagian segi tiga karang dunia yang tersebar di enam negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan Kepulauan Solomon).

Kedua, keanekaragaman sumber daya hayati di dalam KKP Nusa Penida sejak lama menopang penghidupan masyarakat setempat melalui pariwisata, perikanan dan budi daya rumput laut. Ketiga, wilayah ini terkenal sebagai lokasi berkumpulnya ikan mola-mola dan ikan pari manta sehingga memancing minat banyak penyelam dan penikmat snorkling dunia. Paus dan lumba-lumba juga berpindah menuju bagian timur dan barat di antara selat-selat gugus Pulau Penida. Survei ekologi menemukan 296 jenis karang dan 576 jenis ikan di perairan Penida termasuk di antaranya 5 jenis ikan baru.

Menteri Fadel Muhamad mengatakan tujuan penetapan kawasan konservasi Penida ini untuk menghindari penangkapan berlebih, baik menggunakan alat tangkap legal maupun terlarang (khususnya penggunaan sianida untuk penangkapan ikan akuarium) yang mengancam serius ekosistem terumbu karang. Salah satu ancaman lingkungan paling serius di kawasan ini adalah sampah plastik.

Dikatakannya, penetapan KKP Nusa Penida merupakan yang pertama dari 40 wilayah konservasi nasional. Setiap kawasan akan ditawarkan kepada pemerhati lingkungan dunia. Dengan begitu, KKP Nusa Penida bukan hanya milik Bali dan Indonesia, juga milik dunia. Turis akan datang lebih banyak dan dana juga masuk lebih banyak.

Kata Fadel, kementeriannya memberi perhatian besar pada Bali. Tahun 2011 diberikan alokasi anggaran Rp 100 miliar. Khusus Nusa Penida bantuannya tak hanya dana alokasi khusus, juga pengembangan dan budi daya rumput laut.

Gubernur Made Mangku Pastika menyambut baik penetapan kawasan ini. Dia menyebut penetapan suatu kawasan menjadi makin penting karena di samping memberikan arah pemanfaatan yang jelas, juga memberikan kepastian hukum dalam pengelolaannya sehingga turut menciptakan iklim yang kondusif di daerah. Gubernur berharap Pemkab Klungkung segera menindaklanjuti penetapan ini dengan menyusun detail pemanfaatannya serta menetapkannya dalam perda kabupaten.

Dari berbagai sumber