Artikel Diving

Indonesia – Kawasan Perlindungan Pari Manta Terbesar di Dunia

Indonesia-Protecting-_Rudi2Pemerintah Indonesia mengumumkan sebawai kawasan perlindungan ikan Pari Manta. Pemerintah Indonesia melarang memancing Pari manta di zona ekonomi eksklusif ( ZEE ) . PemerintahRI mendeklarasikan hal ini pada Jumat, 21 Februari, 2014.

Langkah ini dipuji oleh WildAid and Conservation International. ZEE Indonesia membentang selama hampir 6 juta kilometer persegi.

Dua spesies manta ray , manta karang ( Manta Alfredi ) dan manta samudera ( Manta birostris ) , terdapat di perairan sekitar Indonesia , dan keduanya diberikan perlindungan di bawah aturan baru ini .

“Keputusan ini merupakan kemenangan penting bagi konservasi Pari Manta, ” tulis Andrea Marshall, Direktur Marine Megafauna Foundation seperti dikutip National Geographic.

Marshall menjelaskan bahwa Indonesia merupakan kawasan tangkapan Pari Manta terbesar di dunia.   Pari Manta saat ini dihargai Dolar 40 AS sampai Dolar 200 AS.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia , penting bagi Indonesia untuk memaksimalkan keuntungan ekonomi dari sumber daya kelautan , ” kata Sharif Sutardjo , Menteri Kelautan dan Perikanan, dalam sebuah pernyataan

Dive Log

Manta Menari

Hari ini 26 Juni 2012, kami mengunjungi pulau Nusa penida bersama satu rombongan dari Bandung, Jawa Barat. Tujuan penyelaman kali ini adalah melihat ikan Mola-mola dan ikan pari Manta. Perjalanan dimulai dari Pantai Semayang – Sanur dalam keadaan cuaca sedikit mendung. Penyelaman pertama kami lakukan di Crystal Bay, dengan tujuan melihat Mola-mola. Penyelaman sampai kedalaman maksimum 25 meter selama 45 menit, tanpa ada penampakan mola – mola

Kemudian kami pindah ke Manta Point. Kali ini kami berhasil melihat 5 ekor ikan pari Manta (Manta ray) besar banget. Mereka menari – nari di sekeliling kami. Eh pas mau ke tempat lebih dalam, brrrrr termocline menghadang, terpaksa deh ga jadi turun lebih dalam. penyelaman di sini kami lakukan selama 40 menit.

Penyelaman ke 3 kami putuskan mehyelamn di rumahnya Mola-mola ( katanya lho 🙂 ) . Arus tidak terlalu kuat. Baru turun 1 menit, sudah disuguhkan dengan pemandangan Moray ell (belut moray), giginya lagi dibersihin sama cleaner shrimp…. Lanjut kami menyusuri tebing di kedalaman 20 meter. Namun sayang sang tidak mau menampakkan diri. Beberapa kali kami harus berpegangan pada karang mati, karena down current tiba – tiba muncul. Karena persediaan udara sudah menipis, akhinya kita putuskan naik dan melakukan safety stop. Syukurlah, rasa kecewa terobati dengan melihat 2 ekor ikan hiu tresher pada saat melakukan safety stop. yah mudah-mudahan kunjungan berikutnya, bisa bertemu sang mola.