Artikel Diving, Kursus Diving

Pelatihan Instruktur PADI – Februari 2018

idc lembongan.jpgDalam rangka menjalankan misi Perkumpulan Penyelam Profesional Bali (P3B) sehubungan dengan upaya meningkatkan kualitas SDM lokal Indonesia umumnya dan Bali pada khususnya, P3B bekerja sama dengan Jakarta IDC dan Blue Corner Indonesia akan menyelenggarakan Pendidikan Instruktur (PADI IDC) khusus untuk lokal Indonesia pada Bulan Februari 2018 di Jungut Batu, Pulau Lembongan (Blue Corner Dive Lembongan, IDC Center)

Semua pengajaran untuk kursus termasuk IE akan menggunakan Bahasa Indonesia

Waktu pelaksanaan kegiatan:
– IDC preparation; 19-21 Februari 2018
– IDC : 22 Februari – 8 Maret 2018
– IE : 9-10 Maret 2018

Harga kursus member P3B :
Rp 32.150.000 per kandidat (minimal 5 kandidat)
Rp 30.900.000 per kandidat (minimal 10 kandidat)

Non-Member : Rp. 36.000.000 per kandidat

Harga kursus sudah termasuk:
– Full IDC dan EFRI
– PADI materials
– PADI application fee
– PADI IE
– Kamar dorm (jika berminat)

Detail kegiatan bisa tanyakan ke :
Siodin Kho (PADI CD) : 0852 1521 1171
Made Partayasa (korlap P3B Lembongan) : 081 2364 3952

Artikel Diving, Artikel umum, Tempat Diving

Tempat Snorkeling Paling Top di Bali

Pulau Bali tidak saja terkenal dengan pantai yang indah saja tapi juga alam bawah laut yang memesona. Ternyata, ada 5 spot snorkeling paling top di Pulau Dewata. Di mana saja ya? Mulai dari terumbu karang yang cantik hingga kapal karam yang memesona. Inilah 5 spot snorkeling paling top yang ada di Bali:

Bali Diving - Padang Bay

1. Pulau Menjangan

Menjadi bagian Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan menawarkan alam bawah laut yang memesona. Tempat ini terkenal dengan spot divingnya, namun snorkelingnya pun tak kalah menghipnosis! Suasana yang tenang seakan menyempurnakan liburan yang seru di bawah air. Beragam ikan warna-warni asyik berkeliaran di antara terumbu karang. Ditambah, terumbu karang di sini cukup padat dan tergolong sehat. Pulau tak berpenghuni ini paling pas didatangi dari bulan April hingga November.

2. Nusa Lembongan

Terumbu karang yang cantik jadi alasan utama sebuah daerah menjadi tujuan snorkeling. Seperti yang ada di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali. Dasar laut di sana sungguh padat dengan terumbu karang dan ikan kecil yang warna-warni. Tidak seperti Pulau Menjangan, di sini, sudah tersedia tempat penyewaan untuk peralatan selam atau snorkeling. Bahkan, jika tidak ingin memulai snorkeling dari tepi pantai, bisa menyewa perahu dan langsung mulai snorkeling dari lepas pantai.

sweetlip fish on the reefs

3. Nusa Penida

Masih dekat dengan Nusa Lembongan, ada Nusa Penida. Berada berdekatan, alam bawah laut yang ada di Nusa Penida tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ada di Nusa Lembongan. Namun yang jadi daya tarik di sini adalah biota lautnya yang beragam. Meski dengan snorkeling, traveler bisa menemui aneka biota laut seperti ikan macan hingga ikan manta. Bahkan jika beruntung, Anda bisa juga bertemu dengan ikan mola-mola yang sedang ingin mendatangi permukaan air. Waktu terbaik snorkeling di sini adalah dari Juli hingga Agustus.

4. Tulamben

Di pesisir Timur Laut Bali, ada satu tempat snorkeling yang terkenal. Inilah Tulamben, salah satu spot snorkeling terkenal di Bali. Selain terumbu karang dan biota lautnya yang kaya, kawasan ini terkenal karena ada kapal karam USAT Liberty. Asyiknya, kapal ini juga bisa terlihat hanya dengan snorkeling. Jadi, tak harus diving untuk menikmati pemandangan alam bawah laut yang menggoda seperti ini.

5. Padang Bai

Satu lagi yang tak bisa terlewatkan yaitu Padangbai, Bali. Memang agak jauh, namun pantainya yang tenang dan alam bawah lautnya yang indah akan membayar perjalanan yang jauh dari Denpasar. Ombak yang tenang membuat snorkeling lebih asyik dan aman. Di sini, traveler bisa bertemu dengan ikan kerapu, ikan macan dan aneka lainnya.

Artikel Diving

Nyepi Laut di Nusa Penida

Kegiatan kelautan di seluruh wilayah Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung, Bali, pada tanggal 1 Oktober 2012 dihentikan untuk hari terkait dengan pelaksanaan atau Nyepi Segara atau Nyepi Laut.

Ritual Nyepi Segara ini tidak hanya berlaku untuk kegiatan penangkapan ikan saja, tetapi juga terjadi pada kegiatan transportasi laut dari dan ke daerah Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Termasuk semua kegiatan pariwisata.

Pelaksanaan Nyepi Segara merupakan bentuk penghormatan kepada Dewa Baruna yang adalah penguasa lautan dan samudra. Selain itu, pelaksanaan Nyepi Segara juga merupakan sebuah cara untuk menjaga hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.

Segara Nyepi adalah waktu untuk Dewa Baruna melakukan Tapa Yoga Semadi (meditasi), sehingga ketika kita mengganggu itu akan menjadi bencana. Selama waktu itu, masyarakat Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dilarang untuk melakukan kegiatan di laut selama satu hari.

Segara Nyepi jatuh pada sasih Purnama Kapat atau bulan purnama keempat didasarkan pada kalender Bali, ritual ini telah dilakukan di wilayah Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sejak 1600 atau pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong

Artikel Diving, Tempat Diving

Konservasi Perairan Nusa Penida

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhamad, di Dermaga Nusa Penida, Klungkung mengumumkan secara resmi kawasan perairan yang mengitari Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan menjadi kawasan perairan yang dilindungi pemerintah. Nama kawasan lindung ini Kawasan Konservasi Perairan disingkat KKP Nusa Penida. Deklarasi KKP Nusa Penida dilakukan bersama Menteri Fadel Muhamad, Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Bupati Klungkung I Wayan Candra, Minggu (21/11) kemarin.

Dalam kerangka KKP Nusa Penida juga disepakati menjadikan ikan mola-mola sebagai maskot KKP Nusa Penida. Selain itu, ditetapkan luas kawasan ini 20.057,2 hektar terdiri atas 1.419,05 hektar kawasan terumbu karang, areal padang lamun 108 hektar, hutan bakau 230,7 hektar dan areal budi daya rumput laut 308,3 hektar.

Beberapa alasan penting ditetapkan KKP menjadi kawasan lindung. Pertama, kawasan ini berada di sudut barat daya segi tiga karang dunia (coral triangle) dengan daya pikat luar biasa dan menjadi bagian segi tiga karang dunia yang tersebar di enam negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan Kepulauan Solomon).

Kedua, keanekaragaman sumber daya hayati di dalam KKP Nusa Penida sejak lama menopang penghidupan masyarakat setempat melalui pariwisata, perikanan dan budi daya rumput laut. Ketiga, wilayah ini terkenal sebagai lokasi berkumpulnya ikan mola-mola dan ikan pari manta sehingga memancing minat banyak penyelam dan penikmat snorkling dunia. Paus dan lumba-lumba juga berpindah menuju bagian timur dan barat di antara selat-selat gugus Pulau Penida. Survei ekologi menemukan 296 jenis karang dan 576 jenis ikan di perairan Penida termasuk di antaranya 5 jenis ikan baru.

Menteri Fadel Muhamad mengatakan tujuan penetapan kawasan konservasi Penida ini untuk menghindari penangkapan berlebih, baik menggunakan alat tangkap legal maupun terlarang (khususnya penggunaan sianida untuk penangkapan ikan akuarium) yang mengancam serius ekosistem terumbu karang. Salah satu ancaman lingkungan paling serius di kawasan ini adalah sampah plastik.

Dikatakannya, penetapan KKP Nusa Penida merupakan yang pertama dari 40 wilayah konservasi nasional. Setiap kawasan akan ditawarkan kepada pemerhati lingkungan dunia. Dengan begitu, KKP Nusa Penida bukan hanya milik Bali dan Indonesia, juga milik dunia. Turis akan datang lebih banyak dan dana juga masuk lebih banyak.

Kata Fadel, kementeriannya memberi perhatian besar pada Bali. Tahun 2011 diberikan alokasi anggaran Rp 100 miliar. Khusus Nusa Penida bantuannya tak hanya dana alokasi khusus, juga pengembangan dan budi daya rumput laut.

Gubernur Made Mangku Pastika menyambut baik penetapan kawasan ini. Dia menyebut penetapan suatu kawasan menjadi makin penting karena di samping memberikan arah pemanfaatan yang jelas, juga memberikan kepastian hukum dalam pengelolaannya sehingga turut menciptakan iklim yang kondusif di daerah. Gubernur berharap Pemkab Klungkung segera menindaklanjuti penetapan ini dengan menyusun detail pemanfaatannya serta menetapkannya dalam perda kabupaten.

Dari berbagai sumber