Artikel Diving, Artikel umum

Terapi Oksigen Hiperbarik

Terapi oksigen hiperbarik adalah terapi yang dilakukan dengan menghirup oksigen 100% di dalam ruangan tertutup dengan tekanan atmosfer tinggi dan terkendali. Pada tahun 1940-an terapi ini dikembangkan oleh militer untuk mengobati para prajurit angkatan laut yang mengalami penyakit dekompresi atau gangguan keracunan nitrogen yang timbul akibat menyelam pada kedalaman tertentu atau menyelam terlalu lama. Sejak saat itu pula terapi hiperbarik telah dibuktikan dalam beberapa penelitian klinis mampu meningkatkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki dan meregenasi sel tubuh.

Image result for hiperbarikPrinsip Pengobatan: Tekanan diperlukan agar oksigen dapat secara efektif larut ke dalam cairan plasma darah. Dengan meningkatnya tekanan maka ukuran partikel oksigen akan berkurang dan menciptakan lingkungan oksigen yang lebih padat. Molekul oksigen di dalam alveolus atau membran paru-paru menjadi lebih terkonsentrasi sehingga memungkinkan molekul oksigen lebih banyak dipindahkan ke dalam darah secara difusi, sehingga memenuhi cairan plasma darah dengan meningkatnya tekanan, suhu juga akan maningkat.

Kegunaan Terapi Hiperbarik: Tepai oksigen hiperbarik dapat mengobati beberapa kondisi kesehatan seperti anemia, tuli mendadak, abses otak, ulkus kaki diabetik, perawatan kecantikan, dekompresi pada penyelam, embolisme gas arterial, sindrom kompartemen pada bedah tulang, peningkatan kebugaran tubuh, buta mendadak dan lain-lain.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada terapi oksigen hiperbaik:

Tahap Persiapan:

  • tidak membawa korek api atau perangkat bertenaga baterai ke dalam ruang terapi
  • menghapus produk perawatan rambut dan kulit, parfum, deodoran dan hal lainya yang berbasis minyak dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
  • hanya diperbolehkan memakai pakain katun yang bersih di dalam ruangan
  • pasien harus memberit ahu teknisi pabila ada obat yang digunakan dan pasien disarankan untuk tidak meminum alkohol atau minuman berkarbonasi selamam 4 jam sebelum perawatan.
  • pasien harus berhenti merokok dan berhenti menggunakan produk tembakau lainnya selama masa pengobatan karena dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengangkut oksigen.

Tahap Pelaksanaan Terapi

  • TErapi hiperbaruk berlangsung kurang lebih selama 2 jam
  • tekanan udara yang meningkat akan menimbulkan perasaan penuh yang bersifat sementara di dalam telinga yang mirip dengan apa yang dirasakan ketika berada di dalam pesawat terbang atau ketika berada di tempat yang tinggi.
  • hal ini dapat diredakan dengan melakukan gerakan menguap atau menelan ludah.
  • selama periode menghirup oksigen sebaiknya pasien tidak tidur
  • selama periode istirahat pasien boleh makan dan minum.

Tahap Setelah Terapi:

  • Pada kebanyakan kondisi, terapi berlangsung hingga sekitar 2 jam, pasien mungkin merasa lelah atau lapar namun tidak membatasi aktivitas normal.
  • Pasien yang akan melakukan penerbangan dilakukan 4-6 jam setelah proses terapi.

 

Efek Samping Terapi : Hiperbarik umumnya merupakan prosedur yang aman. Komplikasi jarang terjadi, namun perawatan ini beresiko menimbulkan efek samping sebagai berikut:

  • Rabun jauh (miopia) sementara yang disebabkan oleh perubahan sementara pada lensa mata
  • Kerusakan telinga tengah termasuk kebocoran cairan dan robekan gendang telinga akibat meningkatnya tekanan udara. Dapat diatasi dengan melakukan ekualisasi.
  • Kerusakan paru-paru akibat perubahan tekanan udara (barotrauma). Sepanjang mengikuti instruksi terapi hal ini bisa diatasi
  • Kejang akibat terlalu banyak oksigen (toksisitas oksigen) di dalam sistem saraf pusat.
  • Pada keadaan tertentu bisa terjadi api dan kebakaran karena lingkungan terapi yang kaya oksigen. Ikuti prosedur keamanan berkaitan dengan lingkungan beroksigen tinggi.

Agar dapat menjadi efektif, terapi hiperbarik mungkin akan membutuhkan lebih dari satu kali sesi terapi. Jumlah sesi tergantung pada kondisi medis Anda. Keracunan karbon monoksida dapat dirawat dalam tiga kali kunjungan, namun luka yang tidak menyembuh mungkin memerlukan 20 sampai 40 kali perawatan.

Artikel Diving

Sejarah Terapi Oksigen Hiperbarik Pada Penyelaman

Sejarah Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) dan Decompression Illness (DCI)

Image result for domicilium chamberPada tahun 1662 Dokter dan pendeta Henshaw (Inggris) menggunakan udara bertekanan untuk pengobatan penyakit paru-paru. Alat yang digunakan disebut Domicilium Chamber.

Mulai awal abad XIX Terapi oksigen Hiperbarik digunakan untuk segara dan semua jenis penyakit. Pada pertengahan abad, pusat-pusat terapi hiperbarik dipromosikan setara dengan Spa MIneral dan mampu menyembuhkan segala jenis penyakit.

Pada tahun 1670, Deompression Illness (DCI) pertama kali dikelankan oleh Sir Robert Boyle untuk menggambarkan terbentuknya gelembung udara dalam darah, cairan tubuh dan jaringan lunak (pada ular yang disiksa dengan berat).

Pada tahun 1878, Paul Bert menemukan hubungan antara ‘maladie du caison’ dengan nitrogen yaitu penyebabknya adalah gelembung nitrogen yang terjadi karena proses dekompresi yang terlalu cepat. Serta rasa nyeri yang bisa hilang melalui proses rekompresi. Dia menyarankan penggunaan oksigen untuk dekompresi dan pengobatan (walau diabaikan samapi lebih dari 50 tahun).

Tahun 1908, John Scot Haldane, Arthur E. Boycott dan Guybon C. Damant menerbitkan tulisan mereka yang monumental yaitu “The Prevention of Compressed-Air Illness” berdasarkan percobaan yang mereka lakukan pada hewan coba kambing). Mereka pemperkenalkan tabel pengobatan yang selanjutnya diadopsi oleh British Royal Navy dan United Sates Navy.

Pada tahun 1934, Dr. Albert Behnke (US Naval Submarine)  mengusulkan penggunaan oksigen plus rekompresi untuk pengobatan DCI.

(Makalah disampaikan oleh dr. I G. N Arya Sidemen, SE. SSOs, MPH (Ketua IDHI) dalam Seminar Kesehatan TOHB2017 RS Bhayangkara – Bali)

Artikel Diving, Artikel umum

Otak-atik Jadwal Piknik Selama 2018

Liburan tidak bisa dilakukan secara dadakan, paling tidak Anda perlu menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari destinasi wisata, barang yang perlu dibawa, cuaca selama perjalanan, hingga biaya dan kapan waktu yang tepat untuk liburan.

Hal ini menjadi penting lantaran ada pepatah mengatakan, traveling tanpa observasi sama halnya dengan burung tanpa sayap. Sebelum Anda benar-benar menjadi burung tanpa sayap, ada baiknya mulai observasi dari sekarang untuk liburan pada tahun depan, dengan terlebih dahulu menemukan tanggal yang tepat.

Berikut beberapa tanggal hari libur nasional sepanjang 2018 yang bisa Anda manfaatkan untuk berwisata bersama keluarga dan teman tercinta.

Januari
Tahun baru 2018 yang jatuh pada hari Senin menjadi berkah awal tahun yang perlu Anda manfaatkan untuk momen liburan. Dengan tambahan libur akhir pekan pada Sabtu dan Minggu, Anda bisa mendapatkan waktu libur hingga tiga hari.

Maret
Hari libur nasional Wafat Isa Almasih tanggal 30 Maret jatuh pada hari Jumat. Jika ditotal dengan libur akhir pekan, Anda juga dapat memanfaatkan libur selama tiga hari untuk berwisata.

April
Libur nasional Isra Mi’raj jatuh pada hari Jumat, itu tandanya Anda bisa mendapat tiga hari libur jika ditambah dengan libur akhir pekan. Di seputar April juga ada tanggal merah lainnya, yaitu pada 1 Mei yang jatuh pada hari Selasa. Anda bisa mengajukan cuti pada Senin 30 April, untuk bisa memanfaatkan waktu libur selama empat hari jika ditotal dengan libur akhir pekan.

Mei
Ada dua tanggal merah di bulan Mei yang jatuh di tengah minggu. Itu tanda Anda perlu menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa mendapatkan jatah cuti selama empat hari. Tanggal merah pertama berkaitan dengan hari Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada hari Kamis, 10 Mei, Anda perlu cuti pada Jumat. Tanggal merah kedua bertepatan dengan Hari Raya Waisak 29 Mei yang jatuh pada hari Selasa, hari sebelumnya Anda perlu mendapatkan cuti.

Juni
Bulan ini merupakan bulan liburannya orang Indonesia, karena bertepatan dengan libur sekolah dan libur Lebaran. Setidaknya ada dua momen penting liburan yang perlu Anda cermati pada bulan ini. Tanggal 1 Juni berkaitan dengan Hari Lahir Pancasila, jatuh pada hari Kamis, pada Jumat Anda perlu mendapatkan cuti untuk waktu liburan yang optimal. Momen kedua terjadi pada libur Lebaran, yaitu pada 15 dan 16 Juni. Sayangnya, libur Lebaran tahun ini jatuh tepat pada akhir pekan, sehingga Anda tidak benar-benar mendapat libur Lebaran yang banyak.

Agustus
Bergembiralah, 17 Agustus tahun ini bertepatan dengan hari Jumat. Itu tandanya ada Anda bisa melakukan perjalanan wisata pada hari ini selama tiga hari, dengan ditambah waktu libur akhir pekan. Ini kesempatan bagus bagi Anda yang ingin merayakan kemerdekaan Indonesia dengan cara berwisata alam, seperti mendaki gunung misalnya.

November
Pada bulan ini hanya ada satu momen tanggal merah yang menjadi libur nasional. Berkaitan dengan perayaan Maulid Nabi 20 November yang jatuh pada Selasa, Anda perlu menambah waktu liburan dengan mengajukan cuti pada hari Senin, untuk mendapatkan waktu liburan selama empat hari.

Desember
Desember merupakan waktu yang ditunggu-tunggu banyak orang, mengingat bulan ini merupakan bulan akhir tahun yang menjadi momen bagi banyak orang untuk berwisata bersama keluarga. Dua momen hari libur nasional di seputar Desember terjadi pada tanggal 25, yaitu Hari Natal, yang jatuh pada Hari Selasa. Anda bisa memanfaatkan momen cuti bersama untuk mendapatkan waktu liburan yang panjang. Momen kedua bertepatan dengan libur tahun baru, 1 Januari, yang jatuh pada Selasa. Cuti pada Senin jadi pilihan tepat untuk mendapatkan waktu liburan selama empat hari.

Sumber: LIputan6.com

Artikel umum

Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2018

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor:01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018.

Image result for calendar

Keputusan Bersama itu ditandatangani oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur.

Dalam keputusan bersama itu ditetapkan, jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari, dan cuti bersama sebanyak 5 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal.

Rincian Hari Libur Nasional 2018 :

Senin, 1 Januari, Tahun Baru 2018 Masehi;
Jum’at, 16 Februari, Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili;
Sabtu, 17 Maret, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940;
Jum’at, 30 Maret, Wafat Isa Al Masih;
Sabtu, 14 April, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW;
Selasa, 1 Mei, Hari Buruh Internasional;
Kamis, 10 Mei, Kenaikan Isa Al Masih;
Selasa, 29 Mei, Hari Raya Waisak 2562;
Jum’at, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila;
Jum’at – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah;
Jum’at, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia;
Rabu, 22 Agustus, Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah;
Selasa, 11 September, Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah;
Selasa, 20 November, Maulid Nabi Muhammad SAW;
Selasa, 25 Desember, Hari Raya Natal;

Rincian Cuti Bersama 2018 :

Rabu, Kamis, Senin dan Selasa, 13,14,18 dan 19 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah;
Senin, 24 Desember, Hari Raya Natal.

Penerbitan Keputusan Bersama tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 adalah dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018. (EN/Humas Kemenko PMK/ES)

 

Sumber: Setkab.og.id

Artikel Diving

Selamat Tahun Baru 2016

Seluruh Tim scuba-mania mengucapkan Selamat Tahun Baru 2016. Semoga Tahun 2016 menjadi Tahun penuh berkah Dan kesuksesan.
Mari menyelami Indonesia bersama kami.

image

Artikel umum

Daftar Hari Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend Tahun 2016

Bagi kawan-kawan diver, calon diver, dan traveler, jadwal Hari Libur Nasional setiap tahunnya merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu! Dari jadwal libur tahunan ini kita bisa tahu mana yang ‘harpitnas’, alias ‘Hari Kejepit Nasional’ dimana dengan cuti satu hari kita bisa dapat libur yang lebih panjang, mana long weekend-nya dan juga hari-hari libur lain yang bisa dimanfaatkan untuk traveling.

Pemerintah telah mengeluarkan SKB Tiga Menteri tentang hari libur dan cuti bersama selama tahun 2016. Ada 15 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama. Dan, banyak long weekend!

Januari 2016
Jumat, 1 Januari : Tahun Baru 2016 (Long Weekend)

Februari 2016:
Senin, 8 Februari : Tahun Baru Imlek (Long Weekend)

Maret 2016:
Rabu, 9 Maret : Hari Raya Nyepi
Jumat, 25 Maret : Wafat Isa Al-Masih (Long Weekend)

Mei 2016
Minggu, 1 Mei : Hari Buruh Internasional
Kamis, 5 Mei : Kenaikan Yesus Kristus (Long Weekend)
Jumat, 6 Mei : Isra Miraj (Long Weekend)
Minggu, 22 Mei : Hari Raya Waisak

Juli 2016:
Senin-Selasa, Jumat, 4, 5, 8 Juli : Cuti Bersama Idul Fitri
Rabu-Kamis, 6 & 7 Juli : Hari Raya Idul Fitri

Agustus 2016:
Rabu, 17 Agustus : Hari Kemerdekaan

September 2016:
Senin, 12 September : Hari Raya Idul Adha (Long Weekend)

Oktober 2016:
Minggu, 2 Oktober : Tahun Baru Islam

Desember 2016:
Senin, 12 Desember : Maulid Nabi (Long Weekend)
Minggu, 25 Desember : Hari Natal
Senin, 26 Desember : Cuti Bersama Hari Natal

Dari jadwal hari-hari libur tersebut di atas memang boleh dibilang cukup menguntungkan bagi kamu yang ingin liburan long weekend atau cuti mengisi hari kejepit.

Selamat merencanakan liburannya ya…