Dive Log

Manta Menari

Hari ini 26 Juni 2012, kami mengunjungi pulau Nusa penida bersama satu rombongan dari Bandung, Jawa Barat. Tujuan penyelaman kali ini adalah melihat ikan Mola-mola dan ikan pari Manta. Perjalanan dimulai dari Pantai Semayang – Sanur dalam keadaan cuaca sedikit mendung. Penyelaman pertama kami lakukan di Crystal Bay, dengan tujuan melihat Mola-mola. Penyelaman sampai kedalaman maksimum 25 meter selama 45 menit, tanpa ada penampakan mola – mola

Kemudian kami pindah ke Manta Point. Kali ini kami berhasil melihat 5 ekor ikan pari Manta (Manta ray) besar banget. Mereka menari – nari di sekeliling kami. Eh pas mau ke tempat lebih dalam, brrrrr termocline menghadang, terpaksa deh ga jadi turun lebih dalam. penyelaman di sini kami lakukan selama 40 menit.

Penyelaman ke 3 kami putuskan mehyelamn di rumahnya Mola-mola ( katanya lho 🙂 ) . Arus tidak terlalu kuat. Baru turun 1 menit, sudah disuguhkan dengan pemandangan Moray ell (belut moray), giginya lagi dibersihin sama cleaner shrimp…. Lanjut kami menyusuri tebing di kedalaman 20 meter. Namun sayang sang tidak mau menampakkan diri. Beberapa kali kami harus berpegangan pada karang mati, karena down current tiba – tiba muncul. Karena persediaan udara sudah menipis, akhinya kita putuskan naik dan melakukan safety stop. Syukurlah, rasa kecewa terobati dengan melihat 2 ekor ikan hiu tresher pada saat melakukan safety stop. yah mudah-mudahan kunjungan berikutnya, bisa bertemu sang mola.

Artikel Diving, Tempat Diving

Konservasi Perairan Nusa Penida

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhamad, di Dermaga Nusa Penida, Klungkung mengumumkan secara resmi kawasan perairan yang mengitari Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan menjadi kawasan perairan yang dilindungi pemerintah. Nama kawasan lindung ini Kawasan Konservasi Perairan disingkat KKP Nusa Penida. Deklarasi KKP Nusa Penida dilakukan bersama Menteri Fadel Muhamad, Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Bupati Klungkung I Wayan Candra, Minggu (21/11) kemarin.

Dalam kerangka KKP Nusa Penida juga disepakati menjadikan ikan mola-mola sebagai maskot KKP Nusa Penida. Selain itu, ditetapkan luas kawasan ini 20.057,2 hektar terdiri atas 1.419,05 hektar kawasan terumbu karang, areal padang lamun 108 hektar, hutan bakau 230,7 hektar dan areal budi daya rumput laut 308,3 hektar.

Beberapa alasan penting ditetapkan KKP menjadi kawasan lindung. Pertama, kawasan ini berada di sudut barat daya segi tiga karang dunia (coral triangle) dengan daya pikat luar biasa dan menjadi bagian segi tiga karang dunia yang tersebar di enam negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan Kepulauan Solomon).

Kedua, keanekaragaman sumber daya hayati di dalam KKP Nusa Penida sejak lama menopang penghidupan masyarakat setempat melalui pariwisata, perikanan dan budi daya rumput laut. Ketiga, wilayah ini terkenal sebagai lokasi berkumpulnya ikan mola-mola dan ikan pari manta sehingga memancing minat banyak penyelam dan penikmat snorkling dunia. Paus dan lumba-lumba juga berpindah menuju bagian timur dan barat di antara selat-selat gugus Pulau Penida. Survei ekologi menemukan 296 jenis karang dan 576 jenis ikan di perairan Penida termasuk di antaranya 5 jenis ikan baru.

Menteri Fadel Muhamad mengatakan tujuan penetapan kawasan konservasi Penida ini untuk menghindari penangkapan berlebih, baik menggunakan alat tangkap legal maupun terlarang (khususnya penggunaan sianida untuk penangkapan ikan akuarium) yang mengancam serius ekosistem terumbu karang. Salah satu ancaman lingkungan paling serius di kawasan ini adalah sampah plastik.

Dikatakannya, penetapan KKP Nusa Penida merupakan yang pertama dari 40 wilayah konservasi nasional. Setiap kawasan akan ditawarkan kepada pemerhati lingkungan dunia. Dengan begitu, KKP Nusa Penida bukan hanya milik Bali dan Indonesia, juga milik dunia. Turis akan datang lebih banyak dan dana juga masuk lebih banyak.

Kata Fadel, kementeriannya memberi perhatian besar pada Bali. Tahun 2011 diberikan alokasi anggaran Rp 100 miliar. Khusus Nusa Penida bantuannya tak hanya dana alokasi khusus, juga pengembangan dan budi daya rumput laut.

Gubernur Made Mangku Pastika menyambut baik penetapan kawasan ini. Dia menyebut penetapan suatu kawasan menjadi makin penting karena di samping memberikan arah pemanfaatan yang jelas, juga memberikan kepastian hukum dalam pengelolaannya sehingga turut menciptakan iklim yang kondusif di daerah. Gubernur berharap Pemkab Klungkung segera menindaklanjuti penetapan ini dengan menyusun detail pemanfaatannya serta menetapkannya dalam perda kabupaten.

Dari berbagai sumber