Apakah Calon Penyelam Harus Bisa Berenang? 

Secara teknis, tidak ada. Sertifikasi diving memang membutuhkan penilaian keterampilan air, tapi program entry level atau pemula sering kali tidak perlu. Namun, apakah calon penyelam harus bisa berenang masih menjadi bahan perdebatan.

Beberapa program scuba diving tidak membutuhkan tes berenang. 
Program scuba diving pemula, seperti program PADI Discover Scuba Diving, tidak memerlukan peserta untuk lulus tes berenang. Program semacam ini menawarkan kesempatan untuk mencoba menyelam di kolam renang atau di dalam air terbuka dangkal dalam kelompok kecil.

Mereka membutuhkan latihan keterampilan minimal dan peserta harus bergantung pada instruktur untuk membantu supaya tidak terjadi masalah. Program dalam kelompok yang sangat kecil, yang dirancang dengan baik, dan instruktur terlatih meminimalkan risiko yang terlibat dalam program ini, dan mereka umumnya merupakan cara yang sangat baik dan aman untuk mencoba menyelam dan untuk mengetahui apakah diving merupakan kegiatan yang ingin dilakukan. 

Scuba diving sertifikasi tidak memerlukan tes berenang. Pada kursus PADI Open Water Diver, calon penyelam diwajibkan untuk:

  • Berenang 200 meter tanpa berenang bantu, atau 300 meter dengan berenang dengan alat bantu seperti fins, masker dan snorkel.
  • mengambang tanpa bantuan perangkat pengapungan selama sepuluh menit.

Untuk calon penyelam dengan cacat fisik, organisasi pelatihan yang memungkinkan penggunaan teknik adaptif untuk mematuhi standar pelatihan uji berenang.

Apakah saya perlu penjadi perenang handal untuk menyelam? 
Berpartisipasi dalam tim renang sekolah bukan merupakan prasyarat untuk sertifikasi diving. Pada sertifikasi diving, tes berenang tidak waktunya, dan peserta dapat menggunakan gaya renang apa pun yang mereka inginkan untuk lulus tes – bahkan yang konyol sekalipun

Mau Diving, Haruskah Bisa Berenang?

Mungkin ini pertanyaan klasik… malah sering diperdebatkan di media sosial. Ada yang menyatakan Ya tapi banyak juga yang menyatakan Tidak. Ada baiknya saya tuliskan pandangan pribadi saya tentang hal ini. Semoga berguna.

Explore Kubu Reef

Untuk sekedar diving atau mencoba merasakan bagaimana rasanya bernafas di bawah air, anda tidak perlu bisa berenang. Anda akan ditemani oleh Instruktur diving selama anda melakukan aktivitas ini. Kegiatan ini kita kenal sebagai Discover Scuba Diving (versi PADI) atau try diving atau introductory diving dan banyak lagi istilah lain yang keren-keren he he he

Tapi jika anda berniat untuk mendapatkan sertifikat diving, maka jawabannya  YA. Anda tidak perlu jago berenang seperti seorang atlet. Anda cukup memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dan itu sudah lebih dari cukup

Persyaratan Waterskills:
Sebelum menyelasaikan pelatihan PADI Open Water Diver, instruktur anda akan meminta Anda untuk menunjukkan kemampuan waterskill dasar yang meliputi :

  1. Berenang 200 metres/yards tanpa alat bantu (Mask, snorkel dan fin)  atau berenang 300 metres/yards dengan Mask, snorkel dan fin. Kemampuan ini tidak ada batas waktunya dan anda boleh menggunakan gaya renang yang anda inginkan.
  2. Mengapung air (survival float) selama 10 menit. Untuk kemampuan ini Anda dapat menggunakan metode yang anda inginkan.

Kenyamanan Anda di air akan sangat menentukan kesuksesan pelatihan diving yang Anda ikuti. Banyak anggapan bahwa untuk diving Anda tidak perlu bisa berenang. Ini adalah anggapan yang keliru. Selama pelatihan diving, Anda akan belajar bagiamana berenang secara mandiri di permukaan dan di bawah air, serta belajar tindakan – tindakan darurat yang harus dikuasai jika terjadi masalah selama penyelaman.

Selain itu, setelah Anda resmi menyandang sertifikat Open Water Diver, Anda bisa menyelam secara independen (mandiri) dengan buddy Anda sepanjang memenuhi kondisi tertentu misalnya pemahaman atau familiaritas terhadap lokasi penyelaman, kemampuan diving dan lain – lain. Jadi kemampuan dan kenyamanan anda di air merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang penyelam.

Jadi kalau mau diving, bagusnya bisa berenang apa tidak???

Tips Belajar Diving

Kegiatan diving / menyelam SCUBA tidak dapat dipungkiri saat ini makin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini cukup beralasan karena Indonesia mempunyai tempat diving yang indah dan keren seperti Raja Ampat, Bunaken, Lembeh, Derawan, Weh, Komodo, ALor, Wakatobi, Bali dan masih banyak lagi. Olahraga air yang menyenangkan tapi juga cukup berbahaya.

Untuk dapat mengikuti kegiatan diving secara aman, menyenangkan dan bebas dari kecelakaan, berikut ini beberapa tips atau anjuran saat anda belajar diving:

  1. Ikutilah kursus diving / menyelam untuk mendapatkan sertifikat diving anda sebelum turut serta dalam penyelaman SCUBA. Jangan sekali-kali mencoba menyelam SCUBA tanpa mengikuti kursus selam dan mendapat sertifikat terlebih dahulu! Jika Anda tidak yakin, Anda bisa mencoba Discover Scuba Diving atau pengenalan diving di kolam renang di bawah pengawasan seorang instruktur diving. Jangan mencoba dengan dengan teman Anda yang bukan instruktur, karena bisa berakibat fatal.
  2. Periksakan kesehatan anda sebelum anda melakukan kegiatan ini. Pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi kesehatan paru-paru THT, tekanan darah dan sebagainya. Pastikan anda cukup fit untuk diving. Jika Anda ingin tahu lebih detail apa saja yang harus diperiksakan, tanyakan pada Instruktur Anda. Biasanya instruktur akan memberikan lembar daftar pertanyaan yang menyangkut kesehatan anda. Untuk wilayah Indonesia, pemeriksaan ke dokter tidaklah wajib, tetapi tidak ada salahnya anda memeriksakan diri. Baca artikel terkait di Siapkah Anda Diving?
  3. Pastikan anda bisa berenang. Anda akan diminta menunjukkan kenyamanan anda di air (watermanship) pada saat anda memulai pelatihan di kolam renang. Biasanya berupa berenang 200 meter tanpa henti (waktu tidak ditentukan) dan mengambang atau survival float selama 10 menit. Hal ini akan sangat membantu anda dalam proses belajar skill atau kemampuan yang wajib dikuasai oleh seorang penyelam. Jadi pastikan anda bisa berenang. Banyak orang bialng, untuk menjadi penyelam tidak perlu berenang, hal itu tidaklah benar. Karena seorang penyelam bersertifikat adalah penyelam mandiri atau independent dan bisa menyelam  dengan penyelam lain tanpa didampingi pemandu atau instruktur. Bagaiman kalo anda tidak bisa berenang?
  4. Setelah anda lulus dan mendapat sertifikat Diving, jangan menyelam di tempat – tempat yang berbahaya, seperti tempat yang berarus kuat atau shipwreck (reruntuhan kapal tenggelam). Menyelamlah pada tempat penyelaman yang serupa dengan kondisi pada saat anda di latih. Kalau tidak yakin, pastikan anda dipandu oleh pemandu yang tahu persis lokasi penyelaman. Pendidikan diving lanjutan dan pengalaman diperlukan untuk menyelam di tempat-tempat seperti itu.
  5. Jangan pernah menyelam sendirian. Anda harus ditemani seorang buddy (mitra selam) pada saat  diving. Hal ini penting jika terjadi masalah selama penyelaman, buddy anda akan dapat membantu anda. Menyelam dengan buddy akan lebih aman, nyaman dan menyenangkan, terutama buddy yang sudah saling kenal kemampuan menyelamnya. Jadi pastikan penyelam lain mau jadi buddy anda, karena anda punya skill, pengalaman dan seorang penyelam bertanggung jawab. 🙂
  6. Dengarkan pengarahan dan ikuti aturan yang diberikan oleh pemandu diving Anda. Pastikan pemandu Anda adalah seorang Divemaster atau insturktur yang bersertifikat. Hanya orang – orang inilah yang berhak memandu Anda, karena mereka sudah melewati pelatihan dan mempunyi pengalaman dalam aktivitas penyelaman.
  7. Andalah yang bertanggung jawab atas peralatan yang anda gunakan. Periksa peralatan selam anda! Khususnya jika anda menyewa peralatan selam tersebut. Pastikan semua peralatan Scuba Diving terpasang dengan benar dan bekerja dengan semestinya. Dan lakukan pre dive check dengan buddy Anda sebelum melakukan penyelaman.
  8. Perhatikan keadaan cuaca sebelum menyelam. Pastikan cuaca cukup cerah, ombak dan gelombang tidak terlalu tinggi, sehingga anda tidak mabuk laut pada saat berada di permukaan.
  9. Lindungi kulit anda dengan sunscreen / sunblock. Perhatikan kandungan bahan yang terdapat di dalamnya. Carilah jenis yang ramah lingkungan. Perbanyak minum air putih, hindari kopi atau teh apalagi alkohol 😀  Tubuh anda akan membutuhkan banyak air. Hindari dehidrasi.
  10. Setelah anda berada dalam air, jaga tangan anda! Jangan menyentuh atau memegang makhluk laut yang indah dipandang walaupun anda mengenakan gloves. Penggunaan gloves (sarung tangan) bukan untuk memengang karang atau ikan, tetapi untuk melindungi tubuh dari air yang dingin, atau terpapar sinar matahari.
  11. Perhatikan dengan seksama sekeliling anda sebelum naik ke permukaan. Dengarkan apakah ada speed boat yang akan melintas. Jet ski yang melaju kencang juga merupakan ancaman serius bagi kepala anda. Gunakan surface signalling device atau SMB atau pasang bendera di tempat anda menyelam.
  12. Jika memungkinkan, lanjutkan pendidikan selam / Scuba Diving anda ke jenjang yang lebih tinggi atau ikuti kelas spesialisasi seperti penyelaman dalam atau fotografi bawah laut sesuai dengan minal anda.

Semoga bermanfaat!

Belajar Menyelam dengan Santai dan Nyaman

Perasaan khawatir pasti akan muncul saat pertama kali melakukan kegiatan diving. Hal ini biasa biasa terjadi namun tidak perlu ada yang dicemaskan setelah berada di bawah air.

Bahkan yang dialami kemudian adalah menikmati sensasi alam bawah laut yang luar biasa. Ada dunia lain di bawah laut yang menakjubkan. Menyaksikan ikan berwarna- warni berseliweran di depan wajah kita. Tiba-tiba ratusan, mungkin juga ribuan ikan kecil melintas di dekat kita. Ikan-ikan itu seperti berbaris, ramai-ramai ke atas, lalu ke bawah lagi. Ketika menikmati sensasi menyelam diving di bawah laut, kita pun tak habis-habisnya kagum dengan ciptaan Tuhan.

Di bawah laut, kita melihat terumbu karang yang menyimpan keindahan alam. Makin jauh ke dalam, makin banyak sensasi yang dialami. Ada ikan pari tiba-tiba lewat lalu bersembunyi di balik karang di dasar laut. Waw! Sulit sekali melukiskan dengan banyak kata karena sensasi ini harus dialami sendiri.

Ketika menyelam, biasanya instruktur beberapa kali menanyakan apakah telinga mengalami sakit. Memang benar. Perubahan tekanan udara menyebabkan telinga kita sakit, tetapi ini dapat diatasi dengan mudah. Pastikan Anda mendengarkan pengarahan Instruktur Anda sebelum melakukan penyelaman.

Memang, yang dibutuhkan saat diving adalah ketenangan. Tak perlu panik jika, misalnya, air laut masuk ke dalam hidung atau menyusup masuk masker. Tidak perlu panik, aturlah nafas kemudian hembuskan udara melalui hidung sambil mendongakkan kepala. Air akan keluar dari masker anda. Jadi, jangan buru – buru naik ke permukaan.

Menyelam bukan olahraga berbahaya. Lebih berbahaya orang mengendarai sepeda di jalan raya. Yang penting sehat baik jasmani dan mental. Sedangkan gangguan kesehatan yang terjadi hanya dua, yaitu mabuk laut dan kulit terbakar, yang semuanya dapat diatasi dengan mudah. Rasa takut orang pada menyelam karena pada dasarnya mereka takut pada laut. Akan tetapi jika sudah pernah sekali melakukan scuba diving, yakinlah Anda pasti ketagihan!

Mau Belajar Diving? Hal ini yang Harus Anda Ketahui

Jika kita perhatikan, akhir – akhir ini publikasi kegitan diving sangat banyak. Mulai dari liputan televisi, tulisan di majalah bahkan wawancara di radio. Tempat – tempat diving yang eksotik, keselamatan diving, kursus – kursus diving, fotografi bawah air adalah sebgaian kecil yang dibahas.

Berikut adalah hal – hal yang perlu diketahui pada saat anda mau belajar diving:

  • Belajar menyelam adalah sebuah petualangan yang luar biasa! Dengan PADI sebagai organisasi pelatihan anda, jalur anda untuk dapat bernafas di bawah air
  • Sistem pembelajaran dibagi menjadi tiga fase yang mengesankan: Pertama adalah pengembangan pengetahuan diving. Sepanjang tahap yang pertama dari sertifikasi PADI Open Water Diver , anda mengembangkan suatu pemahaman prinsip dasar  penyelaman scuba. Anda belajar hal-hal seperti bagaimana tekanan mempengaruhi badan kita, bagaimana cara memilih roda peralatan selam yang terbaik dan apa yang harus mempertimbangkan ketika merencanakan penyelaman .Secara singkat meninjau ulang apa yang kamu sudah belajar yang lima bagian pengetahuan dengan instruktur mu dan mempertimbangkan  suatu ulangan singkat untuk meyakinkan anda menpapatkan pengetahuan tersebut. Pada akhir kursus, anda akan mengikuti suatu  ujian akhir untuk meyakinkan anda telah mempunyai semua konsep utama. Anda bersama instruktur akan meninjau ulang semua yang belum kamu pahami sampai hal-hal tersbut menjadi jelas.Kedua, Penyelaman di kolam– Pelatihan Ketrampilan Menyelam. Ini adalah semua tentang penyelaman. Anda mengembangan ketrampilan dasar menyelam dengan menyelam di suatu kolam renang atau tempat yang sepeti kolam renang. Di sini anda akan belajar segalanya dari pengaturan atas peralatan selam sampai  bagaimana cara dengan mudah mengeluarkan air dari masker tanpa ke permukaan. Anda akan mempraktekkan beberapa ketrampilan keadaan darurat, seperti berbagi udara atau mengganti masker. Serta, anda boleh main beberapa permainan, bertemu dengan teman baru dan mempunyai suatu waktu hebat.Ada lima penyelaman confined water, dengan masing-masing yang mempercayakan pada yang sebelumnya. Setelah melewatilima penyelaman ini, kamu mencapai ketrampilan yang kamu perlukan untuk menyelam di perairan terbuka.
    Ketiga, Open Water Dives. Setelah anda menyelesaikan confined water dive (biasanya di kolam renang), anda dan teman baru anda dapat melanjutkan pelajaran selama 4 penyelaman dibawah bimbingan Instruktur PADI anda di sebuah tempat penyelaman. Inilah pengalaman di bawah air yang sesungguhnya, walaupun masih tahap pemula tentunya. Selanjutnya anda dapat melanjutkan petualangan anda di bawah air di sekitar lingkungan anda atau lakukan perjalanan ke tempat penyelaman yang popular dan eksotik.
  • Berapa lama untuk mendapatkan sertifikat?  Adalah mungkin menyelesaikan pelatihan di kolam renang dan di laut dalam waktu singkat seperti 3 atau 4 hari, dengan cara menyelesaikan bagian teori (classroom) secara online atau belajar sendiri (home study). Kursus PADI Open Water Diver sangat fleksibel dan performance based, di mana jadwal dapat diatur sedemikian ruma tergantung berapa cepat anda belajar.  Keinginan instruktu anda adalah pelajaran anda untuk menyelam, buka berapa lama anda duduk di kelas. Jadi, pelatihan ini berdasarkan anda tahu apa yang ada ingin ketahui dan anda mampu melakukan apa yang ingin anda lakukan. Ini berarti kemajuan anda tergantung dari anda sendiri – lebih cepat atau lambat tergantung waktu yang anda perlukan menjadi penyelam yang percaya diri dan akan menyelam secara teratur.

Belajar Menyelam, Perlu Tekad Kuat

Belajar menyelam menurut sebagian orang  adalah kegiatan menakutkan. Bayangan akan tenggelam, pasti terlintas di pikiran kita. Benar sih. Sampai sekarang saya juga masih takut tenggelam. Jangankan di lautan luas, di kolam renang  saja saya masih takut tenggelam. Takut dihampiri ikan hiu. Takut diserbu ikan piranha dan banyak lagi. 🙂 Dengan bangga saya berdeklarasi: “Kalau orang lain takut ketinggian, maka saya takut kedalaman”. Baca lebih lanjut

Belajar Diving di Era Multimedia

Diving merupakan kegiatan wisata yang makin banyak diminati masyarakat Indonesia. Apalagi tempat-tempatwisata diving di seluruh nusantara disiarkan oleh televisi nasional. Gebyar Sail Bunaken juga memberikan momentum bagi dunia wisata divinh Indonesia, akan kekayaan bawah laut nusantara yang sangat indah. Minat bekerja di bidang wisata divingpun mulai meningkat.

Trus, bagaimana kita memulai belajar diving…? Secara umum (tanpa membedakan Agensi) proses belajar diving di bagi menjadi tiga tahap penting namun menyenangkan. Anda bersama seorang Instruktur diving yang sudah anda pilih akan bekerja bersama-sama untuk mencapai target yang sudah ditetapkan bersama. Anda tidak dapat bekerja sendiri tanpa panduan seorang Instruktur, demikian juga Instruktur tidak dapat serta merta menyulap anda menjadi seorang penyelam handal tanpa usaha dari anda sendiri.
Baca lebih lanjut