Tempat Diving

Tempat diving pilihan di Pulau Bali

Terdapat beberapa daerah di Indonesia yang dapat anda tuju untuk bisa menghabiskan waktu dengan diving, salah satunya yaitu Pulau Dewata, Bali. Bali ini sangat terkenal memiliki beberapa spot diving dengan pemandangan kehidupan laut yang menakjubkan. Bagi anda para pecinta diving, berikut terdapat beberapa spot menyelam yang dapat anda masukkan dalam list kunjungan diving anda:

1. Pulau Menjangan

Pulau yang satu ini berada di Desa Sumber Klamppok Gerokgak, Singaraja. Pulau Menjangan memiliki pemadangan laut yang sanagt baik. Bagi anda para pecinta diving, anda akan terkejut ketika menyelami kehidupan bawah lautnya.

Pulau ini terkenal dengan Wall Diving. Wall diving merupakan salah satu jenis kegiatan menyelam pada kedalaman dengan mengikuti lajur tebing bawah laut. Tebing bawah lautnya sendiri memiliki kedalaman 20 hingga 60 meter, bahkan bisa lebih.

Kemudian, anda juga dapat menjumpai berbagai formasi dan bentuk terumbu karang. Anda juga akan menemukan banyak ikan jenis gorgonial fanfish, selain itu juga terdapat kakap kecil dan batfish berenang-renang. Masih bayak lagi spesies ikan yang dapat anda temui ketika menyelam di pulau ini. Beberapa spot diving yang terkenal di pulau ini adalah, Eel gardens, Secret bay, Anchor Wreck.

2. Tulamben

Salah satu tempat menyelam terbaik di dunia, yang berada di bagian utara Bali ini juga memiliki keunikan dan keindahan yang akan memanjakan anda para pecinta diving.

Setiap anda melakukan kegiatan menyelam, mungkin anda hanya akan terpana dengan pemandangan terumbu karang serta warna-warni spesies ikannya saja. namun, kali ini ada yang berebeda dari Tulamben, dimana anda dapat melihat langsung kapal US Liberty yang tenggelam pada tahun 1942. Karena keberadaan kapal serta indahnya pemandangan laut inilah yang membuat Tulamben menjadi spot diving yang unik dan eksotis.

Bagi anda yang ingin memasukkan Tulamben ke dalam list spot diving yang akan anda tuju, maka Tulamben ini berada di Kecamatan Kubu, di bagian utara Kabupaten Karangasem, Bali..

3. Nusa Penida

Spot diving di Bali selanjutnya adalah Nusa Penida. Nusa Penida ini terletak di sebelah tenggara pulau Bali, apabila anda ingin menuju ke Nusa Penida anda perlu menyebrang menggunakan kapal. Beberapa lokasi diving tersebar di Nusa Penida, antara lain Crystal Bay, Toyapaket, Gamat Bay, dan beberapa lainnya.

Pemandangan hamparran koral yang indah akan menemani saat-saat anda menyelam. Apabila anda menyelam antar bulan Juli hingga September, maka anda dapat menjumpai ikan mola-mola.

4. Amed

Amed berada di Bali kawasan timur yang menawarkan keindahan bawah laut. Beberapa area diving di Amed selain menyuguhkan keindahan terumbu karang serta spesies-spesies ikan, anda juga dapat menemukan keunikan. Beberapa spotnya menawarkan keunikan antara lain, anda dapat menyeaksikan bangkai kapal milik Jepang “Japanese Shipwreck”, selain itu terdapat juga spot yang mennwarkan keunikan dimana anda dapat melihat kotak pos bawah laut yaitu Pantai Jemeluk. Air di Amed juga benar-benar jernih, dimana anda dapat memiliki jarak pandang hingga kedalaman lebih dari 10 meter.

5. Pantai Labuhan Amuk Padang Bai Karangasem

Pantai yang tidak begitu ramai ini selain cocok bagi anda yang menginginkan suasana damai dan tenang, juga pas sekali dikunjungi bagi anda para penggemar diving. Anda dapat menyelam menikmati pemandangan bawah laut yang masih alami. Selain dapat diving dan snorkling anda juga dapat melakukan wisata kapal selam.

Pantai yang satu ini lokasinya memang cukup jauh yaitu di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dari daerah Kuta, yaitu sekitar 55 km.

Dive Log, Kursus Diving, Tempat Diving

Jadwal Kursus Diving PADI Open Water Diver Bulan Februari 2015

Anda merencakan untuk mendapatkan lisensi menyelam di tahun 2015?

Scuba-mania.com bersama team kontributor (PADI Instruktur) mengadakan pelatihan terjadwal pada tahun 2015. Berikut informasi Pelatihan / kursus PADI Open Water Diver di Tulamben – Bali.

Jadwal kursus: 18 – 21 Februari 2015

Persyaratan Kursus: Cek di sini >> Persyaratan Sertifikasi Diving

Jadwal Kursus

  • 18 Februari 2015: Anda harus sudah sampai di Bali airport minimum jam 18.00 sehari sebelum jadwal pelatihan, kami akan jemput Anda di Bandara selanjutnya kami transfer ke hotel di Tulamben.
  • paradise 319 Februari 2015: Setelah sarapan, belajar/praktek diving di kolam renang di kolam renang dan pada sore hari mendiskusikan teori diving dengan Instruktur.
  • 20 Februari 2015:: Setelah sarapan, anda akan praktek diving di laut. Anda akan melakukan 2  kali penyelaman dan kedalaman akan dibatasi max 12 meter saja.
  • 21 Februari 2015:: Setelah sarapan, anda akan praktek diving di laut. Anda akan melakukan 2  kali penyelama dan kedalaman akan dibatasi max 18 meter. Sertifikasi akan diberikan setelah makan siang dan ujian teori akhir. Selanjutnya ditransfer ke hotel yang Anda pesan di Sanur / Kuta.

Untuk alasan keamanan setelah penyelaman, mohon tidak memesan penerbangan pada hari yang sama. Interval minimum adalah 18 jam antara penyelaman terakhir dan waktu penerbangan.

Jumlah Peserta:  minimum  4 orang

Tempat Pelatihan: Hotel Paradise Tulamben, Karangasem, Bali. AC single / twin share room

Biaya Kursus:

  • Single room :Rp 5.500.000
  • Share room : Rp 4.900.00

Harga Termasuk:
1. Akomodasi AC selama training (3 malam) termasuk makan pagi.
2. Airport Pick up dan drop to Denpasar
3. Rental SCUBA Equipment selama pelatihan
4. Tuition (Academic, Pool, Openwater Session) dari certified PADI Instructor
5. Original Material PADI Edisi Bahasa Indonesia / Inggris (Hak Milik Student)
6. Full Multimedia Presentation
7. PIC/ Sertifikasi PADI saat kelulusan
8. Diver Log Book

Harga Tidak Termasuk:
1. Tiket Pesawat dari dan ke Denpasar (BALI)
2. Tips, Makan Siang & Malam + Pengeluaran pribadi

Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan, silahkan isi formulir di bawah ini


Artikel Diving, Artikel umum, Tempat Diving

Tempat Snorkeling Paling Top di Bali

Pulau Bali tidak saja terkenal dengan pantai yang indah saja tapi juga alam bawah laut yang memesona. Ternyata, ada 5 spot snorkeling paling top di Pulau Dewata. Di mana saja ya? Mulai dari terumbu karang yang cantik hingga kapal karam yang memesona. Inilah 5 spot snorkeling paling top yang ada di Bali:

Bali Diving - Padang Bay

1. Pulau Menjangan

Menjadi bagian Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan menawarkan alam bawah laut yang memesona. Tempat ini terkenal dengan spot divingnya, namun snorkelingnya pun tak kalah menghipnosis! Suasana yang tenang seakan menyempurnakan liburan yang seru di bawah air. Beragam ikan warna-warni asyik berkeliaran di antara terumbu karang. Ditambah, terumbu karang di sini cukup padat dan tergolong sehat. Pulau tak berpenghuni ini paling pas didatangi dari bulan April hingga November.

2. Nusa Lembongan

Terumbu karang yang cantik jadi alasan utama sebuah daerah menjadi tujuan snorkeling. Seperti yang ada di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali. Dasar laut di sana sungguh padat dengan terumbu karang dan ikan kecil yang warna-warni. Tidak seperti Pulau Menjangan, di sini, sudah tersedia tempat penyewaan untuk peralatan selam atau snorkeling. Bahkan, jika tidak ingin memulai snorkeling dari tepi pantai, bisa menyewa perahu dan langsung mulai snorkeling dari lepas pantai.

sweetlip fish on the reefs

3. Nusa Penida

Masih dekat dengan Nusa Lembongan, ada Nusa Penida. Berada berdekatan, alam bawah laut yang ada di Nusa Penida tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ada di Nusa Lembongan. Namun yang jadi daya tarik di sini adalah biota lautnya yang beragam. Meski dengan snorkeling, traveler bisa menemui aneka biota laut seperti ikan macan hingga ikan manta. Bahkan jika beruntung, Anda bisa juga bertemu dengan ikan mola-mola yang sedang ingin mendatangi permukaan air. Waktu terbaik snorkeling di sini adalah dari Juli hingga Agustus.

4. Tulamben

Di pesisir Timur Laut Bali, ada satu tempat snorkeling yang terkenal. Inilah Tulamben, salah satu spot snorkeling terkenal di Bali. Selain terumbu karang dan biota lautnya yang kaya, kawasan ini terkenal karena ada kapal karam USAT Liberty. Asyiknya, kapal ini juga bisa terlihat hanya dengan snorkeling. Jadi, tak harus diving untuk menikmati pemandangan alam bawah laut yang menggoda seperti ini.

5. Padang Bai

Satu lagi yang tak bisa terlewatkan yaitu Padangbai, Bali. Memang agak jauh, namun pantainya yang tenang dan alam bawah lautnya yang indah akan membayar perjalanan yang jauh dari Denpasar. Ombak yang tenang membuat snorkeling lebih asyik dan aman. Di sini, traveler bisa bertemu dengan ikan kerapu, ikan macan dan aneka lainnya.

Tempat Diving

Patung di Bawah Air, Daya Tarik Baru di Nusa Dua – Bali

Nusa Dua memiliki daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin snorkeling atau menyelam, dengan penambahan patung Bali di bawah gelombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari sebuah proyek untuk mendirikan sebuah taman budaya bawah air yang diharapkan akan selesai tahun depan.

Selama beberapa bulan terakhir, patung-patung telah secara bertahap dipasang di kedalaman 11 meter, sekitar 500 meter dari pantai Samuh, Nusa Dua. Awal pekan ini, 28 lebih patung yang dipasang di area yang sama dengan delapan penyelam menggunakan kapal navigasi.

Patung yang dipasang adalah patung penari termasuk pertunjukan Bali kecak (tarian tradisional), serta Rama dan Sita, karakter dari epik Ramayana. Akan ada 37 penari kecak, dengan setiap struktur yang menggambarkan dua penari. Pariama Hutasoit, direktur Nusa Dua Reef Foundation, yang memulai proyek itu, mengatakan taman budaya bawah air akan terdiri dari total 74 struktur yang membentuk satu kesatuan. Proyek ini menghabiskan dana sebesar Rp 650 juta (US $ 67.620) yang berasal dari sumbangan donatur.

Patung-patung yang terbuat dari zat yang memungkinkan karang transplantasi tumbuh pada patung tersebut. Patung-patung akan berfungsi sebagai terumbu karang bawah laut, konstruksi buatan manusia yang terendam untuk melayani sebagai platform, mirip dengan permukaan biologis di mana terpasang karang yang ditransplantasi.  Selain karang transplantasi, akan ada karang baru tumbuh di atasnya,

Selama bertahun-tahun, terumbu karang di Nusa Dua telah terancam oleh pembangunan pesisir besar, serta penangkapan ikan yang merusak dan aktivitas manusia. Ratusan potongan karang telah dipindahkan ke daerah Nusa Dua sejak 2009, sebagian hasil dari program pemuliaan di Pulau Serangan dan bagian lain dari karang yang terputus secara alami dan diambil dari wilayah sekitarnya kapal selam.

Setelah serangkaian program transplantasi karang, telah ada kemajuan yang baik dalam memulihkan karang, seperti yang ditunjukkan oleh pertumbuhan baru pada struktur terumbu buatan yang ditempatkan di bawah air dua tahun lalu. Pembentukan taman budaya bawah air diharapkan untuk memulihkan daerah dan diharapkan dapat menjadi ikon pariwisata dari pro-lingkungan, air yang berfungsi untuk mempromosikan citra Nusa Dua.

Taman dua hektar dibangun sebagai bagian dari 1.600 hektar yang ditunjuk kawasan konservasi laut di Nusa Dua. Menampilkan penari Bali dan karakter dari mitologi Bali, taman merupakan realisasi dari konsep setempat disebut nyegara-gunung (Konsep gunung dan laut), Tri Hita Karana (Konsep Bali tentang kelestarian lingkungan) dan Kertih Sad (enam tindakan untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran), dikombinasikan dengan konservasi laut.

Semoga terumbu karang baru dapat tumbuh dengan baik dan tetap terjaga kelestariannya.

Tempat Diving

Penyelaman di Kubu Wreck

Pada artikel sebelumnya Kapal Karam Baru di Kubu, Karangasem – Bali, sudah diinformasikan adanya kapal karam baru di Kubu, Karangasem – Bali. Ini adalah cerita tentang penyelaman pertama kami di Kubu Wreck (begitu teman – teman diver di Bali meyebutkan nama kapal karam ini).

Ini adalah sebuah penyelaman yang jauh dari perencanaan yang matang. Di sela – sela waktu pelatihan diving untuk pemula (PADI Open Water Diver), kami menyempatkan menengok kapal karam ini. Walau sudah cukup sore dan tanpa persiapan yang cukup bukan berarti penyelaman yang kami lakukan seadanya. Kami sudah melengkapi diri dengan semua peralatan tambahan untuk penyelaman di kapal karam seperti reel (tali), senter, SMB, tabung cadangan dll.

Sebelumnya kami sudah mengenal tempat ini dengan sangat baik, jadi saat porter menunjukan lokasi di mana kapal ditenggelamkan, kami bisa langsung membuat perencanaan meliputi cara entry (masuk) dan exit (keluar), kedalaman, waktu penyelaman, tindakan darurat, rencana penetrasi (jika memungkinkan) dll.

Kondisi permukaan sedikit berombak, jadi cukup menantang untuk masuk ke air, karena jika perairan sedang surut dan berombak, maka kita akan berpijak pada batu – batu vulkanik yang cukup besar dan licin. Saling berpegangan dengan buddy adalah solusinya. Begitu air cukup dalam, langsung berjongkok dan jangan lupa mengisi BCD sampai penuh. Sambil memakai fins kami mengayuh menjauhi garis pantai.

Tidak terlalu jauh berenang, kami bisa melihat siluet sang kapal. Kami putuskan untuk turun ke kedalaman. Kami sangat beruntung, walaupun di permukaan berombak tapi di kedalaman sangat tenang dan jernih. Onggokan kapal yang masih bersih dari koral menambah takjub pemandangan di bawah air. This is a great place! Tidak jauh dari kapal segerombolan ikan barakuda menyambut kami. Kapal ini akan menjadi rumah baru bagi mereka. Kami mulai menjelajah bagian luar dari kapal, mulai dari depan kapal kira – kira kedalam 12 meter sampai bagian belakang sekitar 31 meter. setelah puas berkeliling di bagian luar kami putuskan mulai menjelajah bagian dalam. Nah bagian ini khusus untuk yang punya sertifikat wreck diver saja.

Di bagian dalam tidak kalah menariknya, sebuah mobil VW ditempatkan di sana, patung – patung budha juga sangat banyak di sana. di pojok bagian depan terdapat sebuah peti harta karun. Isinya??? hmmm cuma botol minuman keras dari berbagai merk saja he he he. Buat saya sendiri kapal ini sangat menarik, tidak terlalu sulit untuk melakukan penetrasi. Tapi jika mau masuk saya sarankan anda mempunyai buoyancy yang bagus, kalau tidak anda akan membentur bagian atas kapal, masih banyak bagian yang tajam. Hendaknya juga mempunyai sertifikasi wreck diver, karena masuk ke dalam kapal karam memiliki resiko yang besar termasuk kehilangan orientasi, kehabisan udara, tersangkut, terluka benda tajam dan lain lain.

Di beberapa sudut, ikan – ikan kecil sudah mulai bergerombol. Dalam waktu singkat kapal karam ini akan menjadi rumah yang nyaman dari ikatn – ikan di sekitar Kubu dan juga tempat tumbuhnya terumbu karang yang baru. Tempat ini sangat rekomen untuk dikunjungi. Satu hal yang harus juga diperhatikan adalah pergerakan arus. Jika arus ke arah timur, bersiaplah untuk keluar tepat di depan kapal. Jika arus mengarah ke barat, ikuti saja arusnya sampai anda menemukan hamparan pasir di kedalamn 6 – 8 meter. Lakukan safety stop sebelum menyelesaikan penyelaman.

Picture by Kubu Marine Park

Tempat Diving

Kapal Karam Baru di Kubu, Karangasem – Bali

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Syarief Cicip Sutarjo (17/9) melakukan kunjungan ke Kabupaten Karangasem dengan agenda Penenggelaman Kapal Boga bertonase 150 ton seraya menyerahkan bantuan bagi Kelompok Nelayan senilai Rp. 3.829.000.000 ditandai penekanan sirene di perairan Perbekelan Kubu.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH., dalam pengantarnya mengatakan, Kabupaten Karangasem merupakan salah satu kabupaten yang memiliki pantai terpanjang kedua dan telah berhasil menggerakkan masyarakat melakukan kegiatan nelayan berjumlah 6500 orang, dengan jumlah kelompok mencapai 240 kelompok nelayan tersebar di 4 kecamatan, yakni Kecamatan  Manggis, Karangasem, Abang, dan Kubu. Dari segi sarana prasarana armada yang baru berhasil menggunakan mesin bermotor sekitar 6.000 buah, dan sisanya belum mampu akibat keterbatasan kondisi nelayan.

Mentri Kelautan dan Perikanan Syarief Cicip Sutarjo  mengatakan, potensi kelautan Indonesia yang demikian besar harus digarap secara serius oleh pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dalam kerangka mengangkat taraf kehidupan masyarakat pesisir/nelayan. Untuk itu Kementrian Kelautan dan Perikanan terus mendorong melalui berbagai skema program dengan dukungan pembiayaan APBN yang ada di Kementrian Kelautan Perikanan RI. Pihaknya berjanji bakal berupaya  terus membantu Karangasem dalam mengentaskan kemiskinan.

Mentri Syarif Cicip Sutarjo memberikan bantuan terkait  Pengembangan Usana Mina Pedesaan Perikanan Tangkap senilai Rp. 2,5 M, diterima Kelompok Mina Bahari Cabol I Gede Artika Yasa, Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Pengelolaan Pemasaran Hasil Perikanan diterima Kelompok Putri Cendana Ni Nyoman Ari Indira Susanti senilai Rp. 900 juta, dan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya diterima Kelompok Arta Winangun I Nengah Neki senilai Rp. 520 juta. Andi- MB

Sumber: http://www.metrobali.com

Artikel Diving, Tempat Diving

Biorock, Terumbu Karang Buatan di Pemuteran

Semakin menurun dan rusaknya terumbu karang, mendapat respon dari berbagai kalangan peneliti untuk menemukan solusi alternatif. Dewasa ini pembuatan TKB (Terumbu Karang Buatan) merupakan hasil penelitian yang sudah dikembangkan di banyak kawasan yang mengalami kerusakan sebagai stimulan bagi recoverry terumbu karang. Di Pemuteran Bali telah dikembangkan terumbu karang dengan metode yang berbeda dari biasanya yang menggunakan beton dan rangka baja.

Dua peneliti almarhum Prof. Wolf Hilbertz (Jerman) dan Dr. Thomas Goreau (AS) berhasil menemukan dan mematenkan Biorock sebagai solusi alternaif yang baru. Biorock memiliki struktur yang dibentuk dari besi dialiri listrik tegangan rendah, mekanisme kimiawi terjadi ketika aliran listrik tadi menimbulkan reaksi elecktrolityc yang medorong pembentukan mineral alami pada air laut, seperti calcium carbonat dan magnesium hidroxyde. Pada saat bersamaan perubahan elektrokimia mendorong pertumbuhan organisme disekitar sturktur. Akibatnya ketika bibit karang ditempelkan pada struktur besi tersebut, perumbuhannya akan lebih cepat terjadi.

Biorock di Pemuteran Bali memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi dari 19 negara yang menerapkannya. Hm…!! nggak salah donk kalau Biorock di Pemuteran telah 5 kali meraih penghargaan baik lokal maupun internasional. Harapan besar bagi perkembangan teknologi ini untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia (Karimunjawa) apalagi di Pemuteran Bali sejak tahun 2000 membawa nilai positif yang sangat besar bagi konservasi dan sektor pariwisata..
Kunci keberhasilan Biorock di Pemuteran Bali merupakan keterlibatan dari berbagai pihak terutama masyarakat sekitar. Kelompok nelayan dan Pecalang laut (polisi desa adat) dalam mejaga dari kegiatan penangkapan ikan yang nggak berwawasan lingkungan (bom, sianida, trawling dll). Pengembang wisata dan dive center juga nggak mau kalah, mereka merupakan donatur tetap pembiayaan pengeluaran listrik. Bayangkan setiap bulanya Biorock memerlukan sedikitnya 5 juta. Wow…!!

Sekarang sudah ada contohnya kalau konservasi juga mempunyai nilai jual tersendiri…!! Tergantung bagaimana keterlibatan dari berbagi pihak dalam pengelolaannya dalam mencari solusi bagi masyarakat sekitar agar merasakan dampak positif secara langsung. Hal ini merupakan kunci kelangsungan program yang dikembangkan kedepannya. Ya.., alih-alih konservasi untuk masyarakat, malah masyarakat merusak terumbu karang yang tersisa akibat dilarang menangkap ikan dan pemanfaatan lainya. Gencarnya konservasi tapi tidak ada peningkatan ekonomi bagi masyarakat hanya akan menunda kerusakan tanpa ada pemulihan lingkungan. Nah inilah masalah yang selalu menjadi pe-er (pekerjaan rumah) bagi kita.

By: Galaxea13, Sumber: KOMPAS, edisi minggu 24 Februari 2008