Patung di Bawah Air, Daya Tarik Baru di Nusa Dua – Bali

Nusa Dua memiliki daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin snorkeling atau menyelam, dengan penambahan patung Bali di bawah gelombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari sebuah proyek untuk mendirikan sebuah taman budaya bawah air yang diharapkan akan selesai tahun depan.

Selama beberapa bulan terakhir, patung-patung telah secara bertahap dipasang di kedalaman 11 meter, sekitar 500 meter dari pantai Samuh, Nusa Dua. Awal pekan ini, 28 lebih patung yang dipasang di area yang sama dengan delapan penyelam menggunakan kapal navigasi.

Patung yang dipasang adalah patung penari termasuk pertunjukan Bali kecak (tarian tradisional), serta Rama dan Sita, karakter dari epik Ramayana. Akan ada 37 penari kecak, dengan setiap struktur yang menggambarkan dua penari. Pariama Hutasoit, direktur Nusa Dua Reef Foundation, yang memulai proyek itu, mengatakan taman budaya bawah air akan terdiri dari total 74 struktur yang membentuk satu kesatuan. Proyek ini menghabiskan dana sebesar Rp 650 juta (US $ 67.620) yang berasal dari sumbangan donatur.

Patung-patung yang terbuat dari zat yang memungkinkan karang transplantasi tumbuh pada patung tersebut. Patung-patung akan berfungsi sebagai terumbu karang bawah laut, konstruksi buatan manusia yang terendam untuk melayani sebagai platform, mirip dengan permukaan biologis di mana terpasang karang yang ditransplantasi.  Selain karang transplantasi, akan ada karang baru tumbuh di atasnya,

Selama bertahun-tahun, terumbu karang di Nusa Dua telah terancam oleh pembangunan pesisir besar, serta penangkapan ikan yang merusak dan aktivitas manusia. Ratusan potongan karang telah dipindahkan ke daerah Nusa Dua sejak 2009, sebagian hasil dari program pemuliaan di Pulau Serangan dan bagian lain dari karang yang terputus secara alami dan diambil dari wilayah sekitarnya kapal selam.

Setelah serangkaian program transplantasi karang, telah ada kemajuan yang baik dalam memulihkan karang, seperti yang ditunjukkan oleh pertumbuhan baru pada struktur terumbu buatan yang ditempatkan di bawah air dua tahun lalu. Pembentukan taman budaya bawah air diharapkan untuk memulihkan daerah dan diharapkan dapat menjadi ikon pariwisata dari pro-lingkungan, air yang berfungsi untuk mempromosikan citra Nusa Dua.

Taman dua hektar dibangun sebagai bagian dari 1.600 hektar yang ditunjuk kawasan konservasi laut di Nusa Dua. Menampilkan penari Bali dan karakter dari mitologi Bali, taman merupakan realisasi dari konsep setempat disebut nyegara-gunung (Konsep gunung dan laut), Tri Hita Karana (Konsep Bali tentang kelestarian lingkungan) dan Kertih Sad (enam tindakan untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran), dikombinasikan dengan konservasi laut.

Semoga terumbu karang baru dapat tumbuh dengan baik dan tetap terjaga kelestariannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s