Belajar Menyelam, Perlu Tekad Kuat

Belajar menyelam menurut sebagian orang  adalah kegiatan menakutkan. Bayangan akan tenggelam, pasti terlintas di pikiran kita. Benar sih. Sampai sekarang saya juga masih takut tenggelam. Jangankan di lautan luas, di kolam renang  saja saya masih takut tenggelam. Takut dihampiri ikan hiu. Takut diserbu ikan piranha dan banyak lagi.🙂 Dengan bangga saya berdeklarasi: “Kalau orang lain takut ketinggian, maka saya takut kedalaman”.

Saya dikenalkan dengan kosa kata baru: claustrophobia. Orang-orang yang takut teknik menyelam berarti mereka mempunyai sifat claustrophobia. Terus terang saya tidak mengerti arti kata itu sebenarnya, yang saya mengerti adalah itu artinya penderitanya takut menyelam. Tak semua penderita claustrophobia mengetahui kalau mereka punya sifat itu. Terkadang setelah mereka bayar biaya sertifikasi olahraga air atau belajar diving, ikut pendidikan scuba diving, pas masuk kolam 5 meter Senayan… ndak bisa. Lebih parah lagi, semua tahap kursus scuba diving sudah dilalui, tinggal nyemplung di laut… eh ndak bisa.

Efek yang takut kursus menyelam itu tidak sama. Tidak semua penderita pasti tidak bisa olahraga air menyelam. Beberapa rekan, sudah lulus ujian sertifikasi belajar diving, tapi ketika belajar menyelam di suatu medan yang sepertinya membuat mereka amat sangat tidak nyaman, pantatnya mumbul terus, tidak tenggelam-tenggelam. Ada yang bilang, karena kebanyakan lemak, makanya pantatnya mumbul (naik) terus. Itu bisa diterima, tapi sebenarnya kontrol terhadap pikiran kita, juga sangat berpengaruh terhadap bisa atau tidaknya kita menenggelamkan diri kita ke suatu kedalaman.

Tekad yang besar biasanya sangat berpengaruh untuk teknik menyelam. Jadi kalau mau kursus scuba diving, jangan sekedar karena alasan ‘menyelam itu asyik’. Ada bagusnya juga menempatkan motivasi-motivasi lain seperti taruhan dengan teman, gengsi (peer pressure) atau niat untuk membuktikan diri. Semakin banyak alasan, semakin baik kita menaklukkan rasa takut kita. Bagi saya, rasa takut itu baik. Tidak perlu ada denial dalam diri kita, bahwa kita memang punya rasa takut. Tinggal kitanya saja, kapan takut itu perlu, kapan takut itu perlu dikalahkan prioritasnya oleh hal-hal lainnya. Happy scuba diving !  (Sumber: wikimu.com)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s