Nyepi Laut di Perairan Nusa Penida – Bali

​Seluruh kegiatan kelautan di wilayah Perairan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung, Bali, pada tanggal 16 Oktober 2016 akan dihentikan untuk satu hari terkait dengan pelaksanaan atau Nyepi Segara atau Nyepi Laut.

Nyepi segara jatuh pada Purnama sasih Kapat atau bulan purnama keempat didasarkan pada kalender Bali, ritual ini telah dilakukan di wilayah Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sejak 1600 atau pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. 

Pelaksanaan Nyepi Segara merupakan bentuk penghormatan kepada Dewa Baruna yang adalah penguasa lautan dan samudra. Selain itu, pelaksanaan Nyepi Segara juga merupakan sebuah cara untuk menjaga hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.

Nyepi segara adalah waktu untuk Dewa Baruna melakukan Tapa Yoga Semadi (meditasi), sehingga ketika kita mengganggu itu akan menjadi bencana. Selama waktu itu, masyarakat Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dilarang untuk melakukan kegiatan di laut selama satu hari.

Ritual Nyepi Segara ini tidak hanya berlaku untuk kegiatan penangkapan ikan saja, tetapi juga terjadi pada kegiatan transportasi laut dari dan ke daerah Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Termasuk semua kegiatan pariwisata termasuk diving, snorkeling dan water sport.

Kode Etik Penyelaman 

Indonesia adalah salah satu tempat wisata bahari terindah di dunia. Ada etika khusus menyelam agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan

Anda Penyelam Indonesia? Perhatikan Etika Khusus IniIlustrasi: Kegiatan Menyelam. (Photostock)

Menyelam (diving) atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.

Indonesia adalah salah satu tempat wisata bahari terindah di dunia. Titik diving dan snorkeling tersebar di seluruh Nusantara. Namun, kita wajib menjaga agar wisata bahari Indonesia bisa berkelanjutan.

“Caranya dengan menjaga biota laut, terutama koral,” tutur Nesha Ichida, Co-Founder & Director of Sustainability and Development Divers Clean Action, kepada KompasTravel, Senin (13/6/2016).

Divers Clean Action merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kebersihan lingkungan terutama laut. Bersama dua orang lainnya, Nesha membuat panduan untuk para diver dan snorkeler agar tidak merusak biota laut saat sedang berwisata. Mereka sekaligus berupaya mengurangi sampah di perairan Indonesia.

Meski diving sudah jadi aktivitas yang cukup populer, tak sedikit penyelam yang asal-asalan dan tidak mengindahkan biota di sekitarnya.

“Tak sedikit diver yang bumping into corals, itu kesalahan pertama. Padahal, butuh waktu satu tahun untuk menumbuhkan satu sentimeter koral,” papar Nesha.

Sama halnya dengan snorkeler, yang seringkali menginjak karang untuk pijakan kaki. Apalagi jika snorkeler tersebut menggunakan kaki katak (fin).

“Biasanya snorkeler menyangka karang yang bulat besar itu mati, bisa diinjak. Padahal enggak, karang itu hidup,” tambahnya.

Kesalahan umum lainnya adalah memegang biota laut. Tak sedikit turis yang memegang bintang laut, menangkap puffer fish atau clown fishuntuk dibawa pulang atau dijadikan pajangan.

Untuk mengantisipasi hal itu, Nesha dan kawan-kawan telah membuat panduan detail soal etika diving dan snorkeling. Panduan tersebut disebar ke dive centre di seluruh Indonesia untuk disosialisasikan kepada para wisatawan.

Beberapa poin penting dalam panduan tersebut antara lain tidak membuang sampah, tidak memancing/memakan hewan laut yang terancam punah, serta tidak menyentuh biota laut.

“Panduan untuk di dalam air saja tidak cukup. Agar wisata bahari bisa berkelanjutan, perlu persiapan bahkan dari darat. Menggunakansunscreen yang aman serta mengurangi sampah sachet misalnya,” tutur Nesha.

(Sri Anindiati Nursastri / Kompas.com)

    Tips Penyelaman Aman

    Menyelam lebih aman dengan mengingat pedoman ini:

    Tidak pernah menahan nafas. Sudah sering disebutkan sebelumnya, hal ini  akan disebutkan lagi. Menahan napas dapat menyebabkan cedera overexpansion paru-paru serius. Jadi sekali lagi, untuk penekanan: Jangan menahan nafas.

    Memantau lingkungan Anda. Terus memantau di mana Anda dan teman-teman menyelam Anda dalam kaitannya dengan situs menyelam atau perahu dan menghindari memasuki lingkungan seperti gua-gua bawah laut   jika Anda tidak terlatih untuk melakukannya.

    Ekualisasi. Jika Anda tidak bisa menyamakan tekanan , berhenti turun dan beri  sinyal teman-teman Anda. Terus turun dengan ruang udara yang tidak terekualisasi dapat menyebabkan cedera serius.

    Perhatikan alat pengukur Anda. Kehabisan udara sementara di bawah air akan merusak penyelaman semua orang, bukan hanya Anda.

    Menerima risiko. Selalu ada risiko DCS, tidak peduli berapa banyak komputer Anda pakai atau bagaimana konservatif Anda menyelam menggunakan tabel selam . Menyelam dalam batas yang dapat diterima, naik perlahan-lahan dan selalu membuat berhenti keselamatan.

    Tahu kapan untuk mengatakan tidak. Jika Anda tidak merasa nyaman untuk menyelam, maka katakan  tidak. Sederhana.

    Ada dalam daftar. Pastikan nama Anda pada daftar penumpang menyelam perahu, dan pastikan nama Anda disebut ketika kau kembali kapal.

    Perhatian pengarahan . Sangat penting untuk mengetahui kondisi lokal, sehingga memberikan 100 persen perhatian Anda untuk mendengar pengarahan dari pemandu selam anda.

    Kelelahan adalah masalah. Kelelahan saat menyelam dapat mengkhawatirkan, dan dapat menyebabkan panik dan kecelakaan. Belajar mengenali gejala, penyebab dan pencegahan, dan dengan mengetahui apa yang harus dilakukan jika Anda mengalaminya.

    Jauhi baling-baling. Sebagai seorang penyelam rekreasi Anda tidak di sana untuk memperbaiki baling-baling, sehingga tetap jelas. Jika Anda melihat sesuatu yang serba salah, memberi tahu awak agar melakukan perbaikan.

    Kursus Padi Open Water Diver di Tulamben, 1-4 Juli 2016

    Kursus Diving dan Fun Diving di Tulamben dan sekitarnya, 1-4 Juli 2016

    Itinerary Kursus PADI Open Water Diver:
    1 Juli 2016: Pukul 18.00 WITA penjemputan di Bandara (atau tempat yang disepakati), selanjutnya ditransfer ke hotel di Tulamben.

    2 Juli 2016: Pukul 08.00 pelatihan diving di kolam renang di kolam renang dan pada sore hari mendiskusikan teori diving dengan Instruktur.

    3 Juli 2016: Pukul 08.00 pelatihan diving di laut. Anda akan melakukan 2  kali penyelaman dan kedalaman akan dibatasi max 12 meter saja. Pada sore hari dilanjutkan dengan ujian teori.

    4 Juli 2016: Pukul 08.00, anda akan praktek diving di laut. Anda akan melakukan 2  kali penyelama dan kedalaman akan dibatasi max 18 meter. Selanjutnya ditransfer ke hotel yang Anda pesan di Sanur / Kuta.

    Persyaratan :
    Untuk mengikuti kursus diving ini silahkan cek di sini Persyaratan Sertifikasi Diving

    Lokasi Pelatihan Diving:
    Hotel Paradise Tulamben, Karangasem, Bali.
    AC single / twin share room

    Biaya Pelatihan Diving
    Kursus PADI Open Water Diver (4 kali penyelaman)
    Share room : Rp 5.500.00 &  Single room :Rp 6.000.000

    Harga Termasuk:
    1. Akomodasi AC selama training (3 malam) termasuk makan pagi.
    2. Airport Pick up dan drop to Denpasar
    3. Rental SCUBA Equipment selama pelatihan
    4. Tuition (Academic, Pool, Openwater Session) dari certified PADI Instructor
    5. Original Material PADI Edisi Bahasa Indonesia / Inggris (Hak Milik Student)
    6. Full Multimedia Presentation
    7. PIC/ Sertifikasi PADI saat kelulusan
    8. Diver Log Book

    Harga Tidak Termasuk:
    1. Tiket Pesawat dari dan ke Denpasar (BALI)
    2. Tips, Makan Siang & Malam + Pengeluaran pribadi

    Pendaftaran:
    silahkan isi formulir registrasi kursus diving

    Pembayaran Biaya Kursus:
    Sebagai tanda keikutsertaan kursus diving, maka Anda wajib menyerahkan/mengirimkan deposit/uang muka sebesar Rp 2.000.000.
    Dana dapat anda tranfer ke rekening Bank BCA dengan No. Rekening 142 027 4285 atas nama I Made Suwena SSi. APt.
    Konfirmasi pembayaran sialahkan SMS/whatsapp ke 0812-3772-080

    Pameran ” Deep and Extreme Indonesia ” Kembali Digelar

    Pameran wisata “Deep and Extreme Indonesia” kembali akan diselenggarakan pada 31 Maret hingga 3 April 2016. Pameran bertempat di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Centre (JCC).
    image

    Dalam pameran tersebut akan ada 120 stan dari berbagai perusahaan penyedia jasa, alat dan perlengkapan, pengelola destinasi, hingga komunitas selam dan petualangan.

    Acara yang sudah dilaksanakan sepuluh kali ini menyajikan berbagai inovasi baru untuk para pengunjungnya. Di antaranya jumlah stan yang bertambah dan peserta pameran yang semakin beragam yaitu dari produk atau apparel selam dan petualangan, komunitas selam, dive center, lembaga pelatihan dan pendidikan selam, liveaboard, pabrikan kamera, dan masih banyak lagi.

    “Tahun ini ada lebih banyak dan bervariasi stan-stan yang ditawarkan kepada pengunjung. Selain itu ada simulasi selam dan caving, juga rangkaian belasan seminar dan talkshow menarik yang bisa diikuti secara gratis,” ujar Dharmawan Sutanto, Presiden Direktur dari Deep and Extreme 2016.

    Ia menambahkan, penyelenggara menyediakan tank besar bagi pengunjung yang mau melakukan simulasi selam. Pengunjung juga dapat mencoba langsung alat-alat selam yang dibeli di pameran pada tank raksasa tersebut.

    Bagi pecinta petualangan, khususnya panjat tebing, penyelenggara juga menyediakan caving wall untuk simulasi sekaligus mencoba peralatan baru. Dalam pameran tersebut juga akan dikeluarkan beberapa teknologi dan alat-alat terbaru di dunia selam dan petualangan.

    Rangkaian acara selama empat hari tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dari seminar, talkshow hingga lomba anak-anak. Di hari pertama, Kamis 31 Maret 2016 pukul 09.00 akan dibuka dengan Seminar dan Workshop Indonesia Dive Bussines Forum 2016.

    “Menteri Pariwisata Arief Yahya akan membuka sesi pertama seminarnya, sekaligus juga akan membuka keseluruhan acara, sembari akan menyampaikan tentang dunia selam tanah air,” ujar Dharmawan.

    Dalam seminar tersebut salah satunya akan membahas fotografi dan pengenalan berbagai perangkat foto bawah laut yang akan dibawakan oleh para ahli foto bawah laut, Makarlos Soekojo dan Jevin Surjadi.

    Di hari berikutnya pengunjung juga dapat mengikuti berbagai rangkaian acara selain menikmati pameran dan berbelanja peralatan dengan harga bersaing. Beberapa rangkaian acaranya ialah workshop “Dive and Drone Filming”, “Tips Video Dokumentasi Traveling”, dan “Safety in Adventure Travel”.

    Juga ada lomba mewarnai dan melukis anak tentang keindahan alam yang akan diselenggarakan sejak hari pertama. Sebelum pameran tersebut berlangsung, penyelenggara telah mengadakan lomba fotografi dengan tema adventure dan foto bawah laut. Pemenangnya akan diumumkan dan dipamerkan sepanjang acara tersebut berlangsung.

    Penyelenggara sendiri menargetkan kunjungan 30.000 pengunjung selama empat hari berlangsungnya acara. Dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 20 Milyar.

    Sumber; Kompas Travel