Open trip: PADI Advanced open Water dan Fun Diving, 28-30 Juni 2017

Open Trip: Kursus Diving PADI Advanced Open Water Diver dan Fun Diving di Tulamben; Kubu, Amed dan Padang Bai


Tanggal trip: 28-30 Juni 2017
Itinerary:

28 Juni 2017: Pukul 07.00 WITA penjemputan di hotel (atau tempat yang disepakati), selanjutnya ditransfer ke hotel di Tulamben. Pelatihan teori diving dan dilanjutkan dengan 3 kali penyelaman di Tulamben (termasuk night dive)

29 Juni 2017: Pukul 08.00 pelatihan diving di laut sebanyak 2 kali penyelaman di Amed dan 1 kali penyelaman  di Kubu.

30 Juni 2007: Pukul 08.00 pelatihan diving di laut sebanyak 2 kali penyelaman di Padang Bai. Selanjutnya ditransfer ke hotel yang Anda pesan di Sanur / Kuta.

Persyaratan :

Mempunyai sertifikat diving tingkat dasar (PADI Open Water Diver atau yang setingkat) 

Hotel: Puri MadhaTulamben, Karangasem, Bali.

AC single/twin/triple share room

Biaya Pelatihan Diving

Kursus PADI Advanced Open Water Diver (8 kali penyelaman)

Share room : Rp 6.000.00 & Single room :Rp 6.500.000

Harga Termasuk:

1. Akomodasi AC selama training (3 malam) termasuk makan pagi.

2. Pick up dan drop hotel

3. Rental SCUBA Equipment selama pelatihan

4. Tuition (Academic, Pool, Openwater Session) dari certified PADI Instructor

5. Original Material PADI (Hak Milik Student)

6. Full Multimedia Presentation

7. PIC/ Sertifikasi PADI saat kelulusan

Harga Tidak Termasuk:

1. Tiket Pesawat dari dan ke Denpasar (BALI)

2. Tips, Makan Siang & Malam + Pengeluaran pribadi

Pendaftaran:

Whatsapp : +628123772080

Pembayaran Biaya Kursus:

Sebagai tanda keikutsertaan kursus diving, maka Anda wajib menyerahkan/mengirimkan deposit/uang muka sebesar Rp 1.500.000.

Dana dapat anda tranfer ke rekening Bank BCA > No. Rekening 142 027 4285 > I Made Suwena SSi. APt

Konfirmasi pembayaran sialahkan SMS/whatsapp ke > 0812-3772-080

Code of Conduct: Diving with Mola mola

Manfaat Tes Renang pada Sertifikasi Diving

Ada tiga alasan utama mengapa dilakukan tes berenang dan kemampuan mengambang selama program sertifikasi diving:

  1. Kenyamanan penyelam: tes berenang dan mengapung pada program sertifikasi diving adalah untuk keselamatan penyelam. Hal ini menentukan apakah calon diver cukup nyaman di dalam air dengan berenang jarak pendek dan mengapung di permukaan adalah logis, dan indikator yang baik apakah seorang siswa akan nyaman di perairan terbuka.
  2. Pertimbangan Logistik: Di beberapa lokasi menyelam, penyelam mungkin perlu untuk dapat mengapung di permukaan setelah menyerahkan peralatan ke dalam kapal untuk beberapa saat. Bahkan, mengenakan dan melepas peralatan selam di permukaan adalah keterampilan yang diajarkan dan diuji di sebagian program sertifikasi diving level pemula
  3. Manajemen Darurat: Dalam hal berkaitan dengan kerusakan peralatan. Bayangkan jika seorang penyelam harus menggunakan peralatan scuba dan berenang ke perahu atau pantai, atau menunggu di permukaan untuk dijemput. Menguji keterampilan berenang menegaskan bahwa seorang penyelam memang akan bertahan pada skenario seperti itu. Namun, mengingat keandalan peralatan selam modern, situasi yang membutuhkan penyelam untuk tidak melepaskan semua peralatannya di permukaan.

​Apa itu Timpanoplasti dan Mastoidektomi?

Hanya sedikit berbagi informasi tentang operasi atau penanganan gendang telinga yang mengalami infeksi dan berlubang. 

Timpanoplasti Yaitu tindakan operasi telinga untuk memperbaiki gendang telinga (membran timpani) dengan atau tidak disertai memperbaiki telinga tengah serta tulang pendengaran. Gendang telinga yang diperbaiki adalah gendang telinga yang berlubang, karena trauma atau infeksi.Telinga yang terinfeksi biasanya disertai dengan keluhan telinga berair.
Mastoidektomi adalah tindakan operasi dengan cara membuka tulang mastoid yaitu tulang di belakang telinga untuk membuang jaringan yang terinfeksi serta terjadi pembusukan tulang.

Apa yang di maksud dengan trauma di atas?

Trauma yang di maksud adalah misalnya telinga yang terpukul, terbentur, akibat suara ledakan yang keras dekat telinga, dan gendang telinga tertusuk.

Kapan operasi ini di lakukan?

Tindakan ini dilakukan jika pada telinga yang berair pengobatan secara oral (non operasi) tidak berhasil.

Berapa lama operasi akan berlangsung?

Biasa nya operasi berlangsung selama 3-4 jam, tergantung kondisi dari sulit atau tidaknya keadaan telinga pasien.

Berapa lama rawat inap yang di jalan kan setelah operasi?

Perawatan pasca bedah di RS, selama 3 hari 2 malam.

Bagaimana setelah operasi?

Pasien akan menggunakan verban elastik pada bagian telinga yang di operasi selama perawatan di rs, dan sebaiknya tidak terkena air.

Apakah ada pantangan makan setelah operasi?

Tidak ada pantangan makan.

Efek apa yang akan dirasakan setelah operasi?

Pada beberapa pasien terasa kuping nya seperti berbunyi, ada yang terasa sakit dan sakit kepala.

Apakah efek tersebut normal?

Ya, efek tersebut normal.Telinga berbunyi itu karena pada bagian telinga di taruh seperti sponge penyerap.Bila sakit kepala, itu hanya karena efek dr bebetan verban elastik.

Anestesi apa yang di gunakan dalam operasi ini?

Pada operasi THT akan digunakan anestesi umum. 

Demikian sekilas tentang operasi tympanoplasi. Semoga bermanfaat. 

Apakah Calon Penyelam Harus Bisa Berenang? 

Secara teknis, tidak ada. Sertifikasi diving memang membutuhkan penilaian keterampilan air, tapi program entry level atau pemula sering kali tidak perlu. Namun, apakah calon penyelam harus bisa berenang masih menjadi bahan perdebatan.

Beberapa program scuba diving tidak membutuhkan tes berenang. 
Program scuba diving pemula, seperti program PADI Discover Scuba Diving, tidak memerlukan peserta untuk lulus tes berenang. Program semacam ini menawarkan kesempatan untuk mencoba menyelam di kolam renang atau di dalam air terbuka dangkal dalam kelompok kecil.

Mereka membutuhkan latihan keterampilan minimal dan peserta harus bergantung pada instruktur untuk membantu supaya tidak terjadi masalah. Program dalam kelompok yang sangat kecil, yang dirancang dengan baik, dan instruktur terlatih meminimalkan risiko yang terlibat dalam program ini, dan mereka umumnya merupakan cara yang sangat baik dan aman untuk mencoba menyelam dan untuk mengetahui apakah diving merupakan kegiatan yang ingin dilakukan. 

Scuba diving sertifikasi tidak memerlukan tes berenang. Pada kursus PADI Open Water Diver, calon penyelam diwajibkan untuk:

  • Berenang 200 meter tanpa berenang bantu, atau 300 meter dengan berenang dengan alat bantu seperti fins, masker dan snorkel.
  • mengambang tanpa bantuan perangkat pengapungan selama sepuluh menit.

Untuk calon penyelam dengan cacat fisik, organisasi pelatihan yang memungkinkan penggunaan teknik adaptif untuk mematuhi standar pelatihan uji berenang.

Apakah saya perlu penjadi perenang handal untuk menyelam? 
Berpartisipasi dalam tim renang sekolah bukan merupakan prasyarat untuk sertifikasi diving. Pada sertifikasi diving, tes berenang tidak waktunya, dan peserta dapat menggunakan gaya renang apa pun yang mereka inginkan untuk lulus tes – bahkan yang konyol sekalipun

Usia yang tepat untuk belajar diving

Persyaratan usia untuk scuba diving bervariasi antara negara-negara dan organisasi scuba diving. Sebagai aturan umum, anak-anak berusia 8 ke atas sudah boleh mulai belajar menyelam, tergantung pada tingkat kematangan mereka. 

Sebagian besar organisasi diving menawarkan program khusus anak-anak di air yang dangkal, kondisi yang terkendali seperti kolam renang untuk anak-anak berusia 8 dan di atas, dan membiarkan anak-anak 10 dan lebih tua untuk mengikuti kursus sertifikasi scuba. 

Di Amerika Serikat, sebagian besar organisasi membutuhkan anak-anak berusia 12 tahun sebelum sertifikasi. Pelajari lebih lanjut tentang anak-anak dan scuba diving. 

Saat ini, tidak ada batas atas usia  untuk scuba diving. Bahkan, siswa sertifikasi perairan terbuka tertua saya adalah seorang pria berkebangsaan Prancis berusia 75 tahun, dan dia ternyata menjadi seorang penyelam yang bagus! Penelitian terhadap risiko yang terkait dengan menyelam pada usia lanjut masih sedang berlangsung. 

Jadi,  kapan Anda akan memulai belajar diving? 

Penyelam Profesional Bali Desak Pemerintah Tertibkan Tenaga Kerja Asing 

Terbukanya kran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ditambah Bebas Visa Kunjungan (BVK) berakibat pada melonjaknya kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia. Celakanya tidak sedikit TKA yang mencari peruntungan di Tanah Air, termasuk Bali menyalahgunakan dokumen kunjungan dan melanggar aturan. Salah satunya terjadi disektor wisata bahari Pulau Dewata yang kini mengalami pertumbuhan signifikan.


Humas Perkumpulan Penyelam Profesional Bali (P3B), Herry Setyo Budi kepada wartawan, di Sanur, Rabu (22/2/2017) mengakui saat ini banyak TKA yang berkecimpung disektor wisata bahari, khususnya sebagai pemandu bawah air. Padahal dari aturan, TKA yang datang ke Indonesia hanya diperbolehkan menempati posisi manajerial, bukan sebagai tenaga penyelam.

“Jadi sanksinya itu deportasi. Jadi mereka itu berkewajiban untuk mentransfer ilmunya pada orang-orang lokal. Jadi mereka dilarang untuk menghandle tamu secara langsung. Mereka diperbolehkan mengajar, mendidik orang lokal kita yang akan terjun didunia diving. Tetapi tidak secara langsung nyari duit disitu itu,” ungkapnya. 

Kepala Bidang Industri pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ni Ketut Nuriyani pada kesempatan yang sama mengakui, telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali.

“Melalu ranah hukum, melalui ketentuan hukum yang sudah kita laksanakan, kita tetap melakukan penertiban dan penindakan dalam hal juga pengawasan terhadap pekerja asing yang melanggar aturan,” katanya. 

Ni Ketut Nuriyani tak memungkiri beberapa TKA di Bali sudah bekerja sesuai prosedur. Prosedur yang dimaksud dari sisi admistrasi keimigrasian, ijin bekerja dan mengantongi sertivikat kompetensi. (KBRN)