Mitos – Mitos Seputar Diving

Banyak sekali mitos yang ada di masyarakat tentang kegiatan diving, misalnya saja tidak boleh asma, tidak harus punya sertifikat diving, dan belajar sangat sulit dan perlu waktu lama, berbahaya karena ada hiu dan ikan besar lainnya. Perlu Anda ketahui, tak semua mitos itu benar lho! Buktinya, banyak mitos tak berdasar yang beredar di telinga para calon diver. Hal ini tentunya tak baik karena mitos itu belum tentu benar, pun seringkali menyusutkan semangat para calon diver untuk mulai belajar.

Mitos 1: Tak harus punya sertifikat diving
Layaknya SIM bagi para pengemudi kendaraan, sertifikat diving sangat diperlukan, Namun, banyak orang menganggap lisensi ini tak selamanya diperlukan. Buktinya, banyak tempat yang tidak memerlukan lisensi ini. Sebelum diving populer di Indonesia, banyak orang yang pergi ke tempat terpencil untuk mencoba diving. Mereka meminjam alat-alat diving di lokasi setempat dan menyelam sendiri.

Saat ini kegiatan diving semakin dikenal, dan semakin dirasakan pentingnya pelatihan sebelum diving sendiri. Ada kegiatan Discover Scuba Diving, sebagai ajang mencoba bagaimana rasanya diving dibimbing langsung oleh instruktur diving. Untuk bisa diving mandiri, anda perlu mengikuti pelatihan / kursus untuk mendapatkan lisensi diving.

Mitos 2: Diving adalah olahraga tanpa risiko

Ini adalah kutipan yang biasa Anda dengar dari seorang teman, atau pelaku diving yang mengedepankan kepentingan komersial. Menyelam adalah olahraga sekaligus petualangan, dan risiko itu tetap ada. Adalah sangat penting seorang penyelam paham teori dasar penyelaman dan menguasai kemampuan diving. Penyelam juga tahu cara mengatasi diri sendiri jika terjadi masalah saat melakukan penyelaman. Risiko itu selalu ada, tapi kalau kita melakukannya dengan benar dan sesuai prosedur, diving akan berjalan lancar.

Mitos 3: Orang asma tidak boleh diving

Syarat utama diving adalah sehat jasmani, rohani, cukup umur, dan punya kemampuan dasar renang. Poin pertama yakni sehat jasmani tak hanya berlaku saat akan membuat Diving License saja, tapi setiap akan menyelam langsung di lautan. Jangankan asma, sekadar flu pun Anda tak diizinkan melakukan diving! Yang penting ada antisipasi terhadap penyakit asmanya. Flu mengganggu pernafasan di dalam air. Bagi yang asmanya kronis, perlu surat keterangan dokter sebelum mengambil kursus selam.

Mitos 4: Tabung udara berisi 100% oksigen

Udara di tabung oksigen tidak sama seperti udara yang Anda hirup sehari-hari. Tabung ini berisi 78% nitrogen, 20% oksigen, sisanya adalah gas-gas lain. Penyelam menghirup udara dengan kadar nitrogen yang sama seperti di darat. Namun, menghirup nitrogen terlalu lama di bawah air menyebabkan penyakit dekompresi (nitrogen gagal keluar dari permukaan kulit sehingga membentuk gelembung udara dalam aliran darah).

Mitos 5: Belajar diving adalah sulit, pun menakutkan

Belajar diving itu mudah dan menyenangkan. Peserta akan diajarkan teori dasar penyelaman, juga fokus pada kenyamanan di bawah air. Itulah fungsinya latihan menyelam, menghadapi skenario nyata atau kesulitan yang mungkin terjadi. Selama benar dipatuhi dan dilaksanakan, belajar diving akan lancar-lancar saja.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s